RADARTUBAN – Saat hari aktif, para dokter dan perawat ini boleh berbalut seragam kerja dengan stetoskop di tangan.
Namun saat akhir pekan seperti Minggu (25/2), para tenaga medis ini harus tampil beda.
Berkaus dan memegang sapu, alat pel, hingga pembersih kaca.
Gerakan Ngosek 100 Masjid itu dalam rangka memeringati Harlah kelima belas Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Tuban.
Kegiatan bersih-bersih rumah ibadah umat Islam itu tak hanya melibatkan dokter dan perawat, namun juga seluruh karyawan rumah sakit di Jalan Letda Sucipto tersebut.
Tonton videonya disini
Direktur RSNU Tuban Didik Suharsoyo mengatakan, Masjid Jabal Nur di Kompleks Perumahan Bukit Karang adalah rumah ibadah ke-64 yang dibersihkan sejak gerakan tersebut digaungkan.
‘’Aksi bersih-bersih ini melibatkan dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, apoteker, farmasi, tenaga kebersihan, hingga tenaga keamanan,’’ terang dia.
Dokter lulusan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta ini mengatakan, aksi sosial itu menyasar masjid karena rumah ibadah itu setiap harinya digunakan ribuan umat untuk menghadap Allah SWT.
‘’Kami membersihkan hingga ke tempat yang jarang diperhatikan seperti tempat wudu hingga balik mimbar,’’ ungkap dia. (yud)
Editor : Amin Fauzie