RADARTUBAN – Permintaan fogging memasuki puncak musim penghujan dalam sebulan terakhir ini mengalami peningkatan siginifikan. Total pengasapan sudah berlangsung di 28 titik.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Tuban Syahrul Afifa Ratna Sari, pengajuan fooging itu tersebar di banyak desa.
Di antaranya—yang baru saja dilakukan, di Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel; Desa Sidomukti, Kecamatan Kenduruan; dan Desa Kepohagung, Kecamatan Plumpang.
Disampaikan Ratna—sapaan akrabnya, setiap titik yang mengajukan fogging itu diawali dari munculnya penderita demam berdarang dengue (DBD).
‘’Karena salah satu syarat bisa dilakukan fogging, itu ketika ada penderita DBD di wilayah tersebut. Dibuktikan dengan hasil laboratorium dan diagnose dari dokter,’’ katanya.
Pejabat lulusan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu menjelaskan, fogging dilakukan untuk memutus rantai perkembangbiakan nyamuk dewasa aedes aegepty secara instan.
Namun, terang dia, meski sudah di-fogging, pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar rajin melaksanakan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), seperti menguras bak mandi atau penampungan, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas atau mendaur ulang barang bekas.
‘’Karena fogging bukan satu-satunya cara pemberantasan nyamuk. Tetap PSN yang utama,’’ tandasnya. (zia/tok)
Editor : Amin Fauzie