RADARTUBAN – Pendaftaran seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP) 2024 ditutup Rabu besok (28/2) pukul 15.00.
Pendaftaran masuk perguruan tinggi negeri (PTN) jalur nilai rapor itu masih
didominasi pendaftar kampus-kampus di Jawa Timur.
Mengacu dari pendataan Musya warah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) SMA Tuban, kampus-kampus di Jawa Timur masih jadi tujuan utama mayoritas siswa di Tuban yang mengikuti SNBP.
Selanjutnya, Jawa Tengah dan Yogjakarta menjadi urutan kedua pendaftar terbanyak. Hanya sebagian kecil yang mendaftar di kampus Jawa Barat.
Ketua MGBK SMA Tuban Abdul Mu’id mengatakan, pendaftaran SNBP sudah dibuka 14 Februari lalu.
Sesuai jadwal, pengumuman seleksi nasional diagendakan 26 Maret atau terpaut sekitar sebulan dari hari terakhir pendaftaran.
‘’PTN-PTN di Jawa Timur masih jadi tujuan pendaftar terbanyak,’’ ungkap dia.
Dia menyampaikan, sejauh ini minat mayoritas siswa Tuban masih belum berubah.
Kebanyakan mendaftar ke kampus-kampus yang lokasinya tak jauh. Terbanyak mendaftar di UB (Universitas Brawijaya) Malang, UM (Universitas Negeri Malang), Unesa (Universitas Negeri Surabaya), dan Unair (Universitas Airlangga) Surabaya.
Guru BK SMAN 1 Tambakboyo ini mengatakan, kampus lain yang juga diminati siswa Tuban adalah Universitas Trunojoyo Madura (UT M), Universitas Negeri Jember (Unej), dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur.
‘’Kebanyakan pilih kampus yang lokasinya dekat dari rumah,’’ ujarnya.
Mu’id sapaan akrabnya, mengemukakan, hanya sebagian kecil peserta didik di Tuban yang mengincar kampus di luar Jatim. Itu pun siswa di sekolah perkotaan.
Mereka mengincar kampus seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Muid mengatakan, siswa yang tak lolos SNBP masih bisa mempersiapkan diri untuk mengikuti tes SNBT (seleksi nasional berbasis tes) secara matang.
Dia juga mengingatkan, mereka yang sudah memutuskan mendaftar dan diterima di jalur SN BP harus benar-benar melanjutkan kuliah ke jurusan tersebut.
Jika tidak, maka akan sangat merugikan sekolah.
Dia menceritakan, pernah ada lulusan SMA di Tuban yang diterima di salah satu jurusan PTN di Surabaya, namun dia membatalkan masuk jurusan tersebut.
‘’Dampaknya adik kelasnya di-blacklist dari jurusan tersebut selama tiga tahun,’’ ujarnya.
Karena itu, pendidik yang tinggal di Desa Purworejo, Kecamatan Jenu ini mengimbau semua siswa untuk aktif menanyakan seputar kuliah ke guru BK masing-masing.
Semua guru BK akan menjelaskan terkait aturan SNBP dan SNBT.
‘’Jika sudah diterima di SNBP, maka tidak bisa mendaftar lagi di SNBT. Jadi harus memilih jurusan yang sesuai,’’ tegasnya. (yud)
Editor : Amin Fauzie