RADARTUBAN – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak yang kembali merebak di Kabupaten Pasuruan membuat peternak ketar-ketir.
Untuk mengantisipasi, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Tuban mulai aktif melakukan surveilans atau pengamatan masif di sejumlah peternakan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan DKP2P Tuban Pipin Larasati menyampaikan, hingga awal tahun 2024, kasus PMK di Tuban masih nihil.
Meski masih zero reported, namun DKP2P Tuban masih harus melakukan pengamatan ekstra. Jika sewaktu-waktu ada laporan kasus tersebut, bisa langsung tertangani.
‘’Kami selalu bersiap setiap saat,’’ ungkap dia.
Pipin mengatakan, kasus PMK juga sudah mulai muncul di Gresik. Lokasi yang cukup dekat dengan Tuban itu patut diwaspadai.
Sejak Januari - Maret, DKP2P Tuban telah melakukan vaksinasi PMK kurang lebih 40 ribu dosis.
‘’Vaksinasi dosis satu dan dua kita sasarkan pada sapi, kambing, dan domba,’’ imbuhnya.
Pipin menuturkan, konsistensinya dalam pengawasan membuat kasus PMK masih zero reported.
Hal itu merupakan dampak setiap kali ada gejala tanda-tanda PMK akan muncul, langsung mendapatkan penangangan khusus dari tim dokter hewan yang tersebar di wilayah Kabupaten Tuban.
‘’Langsung mendapat penanganan agar tidak berakibat fatal,’’ ungkap dia.
Lebih lanjut Pipin menghimbau kepada masyarakat jika ada gejala yang muncul pada hewan ternak ataupun kematian hewan ternak yang tidak wajar untuk segera melapor ke Puskeswan di masing-masing kecamatan.
‘’Biasanya gejala yang muncul antara lain mulut ke luar air liur banyak, gejala demam dan nafsu makan hewan tersebut menurun,’’ tutur dia.
Terpisah, Kepala DKP2P Tuban Eko Julianto turut menghimbau kepada pemilik hewan ternak untuk selalu kooperatif terhadap petugas kesehatan.
Terutama saat melakukan pemeriksaan hewan ternak.
‘’Petugas hanya memastikan agar kondisi hewan ternak selalu sehat,’’ tegasnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan vaksinasi ini akan terus dilakukan. Apalagi menjelang bulan suci Ramadan yang memungkinkan kebutuhan konsumsi terhadap daging sapi bakal meningkat.
‘’Selalu menjaga kesehatan dan kualitas sapi agar tetap selalu sehat dan layak dikonsumsi untuk masyarakat,’’ pungkasnya. (an/yud)
Editor : Amin Fauzie