TUBAN – Agar ibadah peserta didik selama Bulan Ramadhan maksimal, waktu kegiatan belajar mengajar diubah.
Setelah libur awal Ramadhan selama empat hari mulai Senin (11/3), siswa dijadwalkan masuk lebih siang dan pulang lebih awal selama bulan puasa.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro Tuban Hidayat Rahman mengatakan, durasi jam pelajaran dipangkas 10 menit dari jam pelajaran normal.
‘’Sekarang selama satu jam pelajaran durasinya 35 menit, sebelumnya 45 menit,” jelasnya.
Rahman menambahkan pada hari biasa proses kegiatan belajar mengajar dimulai pukul tujuh.
Sedangkan, selama Ramadhan jam pelajaran di mulai pukul setengah delapan pagi dan jam pulangnya tidak sampai jam tiga sore.
‘’Agar lebih khusyuk dalam beribadah,” pungkasnya.
Mantan Kepala SMKN 1 Singgahan ini mengatakan, perubahan durasi tersebut, dilakukan agar siswa lebih fokus puasa dan
ibadah. Meski demikian, sekolah juga diberi kelonggaran menyesuaikan jam pelajaran mengikuti program-program sekolah.
‘’Yang pasti, jam pu lang siswa tidak sampai jam tiga sore,” tuturnya.
Selama Ramadhan, sistem pembelajaran menjadi efek tatif fakultatif.
Sekolah dibebaskan untuk mengisi kegiatan belajar, boleh pembelajaran seperti biasa atau kegiatan lain yang masih berhubungan dengan pendidikan.
‘’Biasanya kegiatan belajar mengajar tetap ada, juga diadakan pondok Ramadhan dan pembagian zakat fitrah,” ujar dia.
Mantan Kepala SMKN 1 Tuban ini mengatakan, kegiatan selama efektif fakultatif dilakukan untuk mempertebal iman siswa di bulan Ramadhan.
‘’Untuk teknisnya dibebaskan terserah sekolah, disesuaikan dengan manajemen sekolahnya masing-masing” ujarnya.
Lebih lanjut Rahman menuturkan, kegiatan pembelajaran di sekolah selama Ramadhan tidak seperti hari biasa.
Ada sejumlah penyesuaian jam belajar untuk menunjang siswa lebih optimal beribadah.
‘’Setelah Ramadhan, durasi kegiatan belajar mengajar kembali seperti semula,” tandasnya. (zia/yud)
Editor : Amin Fauzie