RADARTUBAN – Banjir luapan Sungai Bengawan Solo yang melanda empat kecamatan di Kabupaten Tuban sejak Minggu (10/3) lalu, Rabu (13/3) berangsur surut.
Akses sebagian jalan penghubung desa yang sebelumnya terputus, mulai tersambung lagi.
Meski demikian, tim gabungan penanggulangan banjir Bengawan Solo yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, BPBD Jawa Timur, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Rengel, Palang Merah Indonesia (PMI) Tuban, dan relawan penanggulangan bencana hingga Rabu (13/3) masih bersiaga di lokasi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Sudarmaji menyampaikan, tim gabungan sejak bencana banjir melanda sudah mendirikan posko di kantor Kecamatan Rengel untuk siaga banjir.
‘’Wilayah Rengel yang paling banyak terdampak, jadi tim gabungan memutuskan untuk mendirikan posko disini,’’ ujar dia.
Beberapa fasilitas umum sempat tergenang air, kemarin mulai menyisakan sampah dan sisa tanah bekas banjir.
Tim gabungan mulai membersihkan beberapa fasilitas umum yang sudah tidak tergenang air.
‘’Kami juga dibantu tim TNI yang turut membantu membersihkan fasilitas umum yang kotor karena banjir,’’ jelasnya.
Perkembangan terakhir melalui titik pantau di papan duga Babat telah menunjukan tren penurunan cukup signifikan.
Dari sebelumnya siaga kuning, kemarin sudah berubah menjadi hijau.
Curah hujan yang masih tinggi selama beberapa hari terakhir turut menjadi pertimbangan BPBD untuk tetap siaga di lokasi banjir.
‘’Kami selalu memantau update perkembangan debit air di bantaran Sungai Bengawan Solo,’’ tandas Darmaji. (an/tok)
Editor : Amin Fauzie