Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tradisi Nyekar Jelang Puasa dan Idul Fitri, Rezeki Penjual Bunga Untung Berlipat

Aimatul Fauziyah • Kamis, 14 Maret 2024 | 01:16 WIB
BERKAH: Salah satu pedagang bunga tabur di Desa Bejagung, Kecamatan Semanding yang merasakan keuntungan dari tradisi nyekar sebelum puasa dan hari raya.
BERKAH: Salah satu pedagang bunga tabur di Desa Bejagung, Kecamatan Semanding yang merasakan keuntungan dari tradisi nyekar sebelum puasa dan hari raya.

RADARTUBAN - Sudah menjadi tradisi bagi sebagian masyarakat Muslim untuk menyempatkan ziarah sebelum Ramadan.

Ziarah ke makam sanak saudara atau keluarga itu menjadi ladang rezeki para penjual bunga tabur yang dibeli para peziarah.

Para penjual bunga yang umumnya berlokasi di dekat area pemakaman umum ini mendapat keuntungan meroket hingga berkali-kali lipat.

Lantaran banyaknya pembeli dadakan. Namun, situasi ini hanya bertahan selama tiga hari sebelum bulan puasa.

Pada hari pertama Ramadan Selasa (12/3) situasi normal membuat pedagang kembali sepi.

Salah satu pedagang bunga tabur di Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Tri Anjani mengaku mendapat banyak pemasukan selama tiga hari.

Penjual bunga tabur yang meneruskan usaha dari orang tuanya tersebut mengatakan bahwa penjualannya meningkat drastis ketika menjelang Ramadan.

‘’Sehari bisa terjual sampai jutaan, di hari biasa hanya mendapat ratusan ribu,” ujarnya.

Tri mengungkapkan, untuk mendapatkan keuntungan yang banyak, juga harus memiliki modal besar yang dikeluarkan.

‘’Biasanya kulak per kerangjang Rp 300 ribu, kemarin naik tiga kali lipat hingga satu juta rupiah,” jelasnya.

Maka dari itu, Tri juga menaikkan harga jual bunga. Dari semula Rp 5 ribu sudah mendapat banyak bunga, menjadi hanya beberapa lembar bunga saja.

Dia menyebut, kenaikan harga tersebut seiring dengan permintaan bunga tabur yang semakin tinggi menjelang ramadan.

‘’Tapi tetap saja orang beli banyak kemarin,” imbuhnya.

Peningkatan penjualan, dikatakan Tri, diprediksi akan kembali naik menjelang hari raya Idul Fitri nanti.

‘’Itu pun sama, hanya berta han tiga harian,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Puji, penjual bunga tabur di Pasar Baru Tuban. Pendapatan per harinya hingga ratusan ribu rupiah.

‘’Memang hanya coba-coba jadi tidak berani ambil banyak, tapi Alhamdulillah keuntungannya sangat banyak,” pungkasnya.

Penjual bunga bukanlah mata pencaharian tetapnya. Namun, memanfaatkan momen dan tradisi nyekar sebelum puasa, Puji mencoba peruntungan dengan menjual bunga tabur.

‘’Karena sudah pasti laku,” tuturnya. (zia/yud)

Editor : Amin Fauzie
#tradisi nyekar sebelum puasa #penjual bunga #tradisi #muslim