RADARTUBAN – Banjir luapan Sungai Bengawan Solo yang menggenangi ratusan hektare lahan pertanian di Kecamatan Soko, Rengel, Plumpang, dan Widang tidak diprediksi oleh sebagian besar petani melon dan blewah di empat kecamatan tersebut.
Sebab, selama ini lahan pertanian mereka jarang kebanjiran. Kalau pun tergenang, tidak separah sekarang.
Pantauan Jawa Pos Radar Tuban, sudah empat hari ini lahan persawahan di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo tergenang air. Termasuk lahan melon dan blewah.
Kondisi air yang tak kunjung surut membuat tanaman melon dan blewah yang baru saja berbuah mulai membusuk.
Jeritan para petani melon dan blewah itu disampaikan kepada Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tuban Tulus Setyo Utomo.
Selama beberapa hari ini dia mengaku mendapat banyak keluhan dari petani melon dan blewah.
‘’Kondisi terparah di Kecamatan Plumpang, yang menjadi pusat tanaman melon dan blewah,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Sentra melon dan blewah itu tersebar di Desa Bandungrejo, Desa Klotok dan beberapa desa lain di sekitarnya.
Semestinya, terang Tulus, minggu pertama bulan puasa ini sudah mulai panen.
‘’Tapi belum sempat panen sudah kebanjiran,’’ katanya.
Dikatakan Tulus, banjir yang memicu gagal panen itu mem buat petani mengalami kerugian besar.
Berdasar estimasinya, kerugian petani melon di Kecamatan Plumpang ini mencapai Rp 50 miliar lebih dengan asumsi 150 hektare lahan.
‘’Padahal uang yang dipakai dari awal tanam itu hasil pinjaman bank dan hasil panen sebelumnya, tapi kini habis,’’ ujarnya.
Dari pengecekan di lokasi, terang Tulus, banjir parah ini disebabkan avur atau anak Sungai Bengawan Solo tidak berfungsi normal. Sehingga tidak mampu menampung luberan air dari Bengawan Solo.
‘’Akibatnya tanggul avur jebol, sehingga membanjiri lahan pertanian warga,’’ jelas dia.
Disampaikan dia, pada awal 2023 lalu dirinya sudah mengusulkan normalisasi tanggul avur kepada Pemkab Tuban.
‘’Semoga tahun ini direalisasikan. Mohon ada perhatian khusus dari Pemkab Tuban,’’ katanya.
Agar memberikan rasa nyaman bagi petani, politikus PDI Perjuangan ini berharap ada perawatan rutin untuk setiap avur di Kecamatan Plumpang.
Sehingga kejadian yang tidak diharapkan bisa diantisipasi sejak awal.
‘’Setiap tahun harus dianggarkan perawatan, sehingga tidak ada lagi tanggung avur yang jebol,’’ jelasnya.
Lebih lanjut, mantan Kades Bandungrejo, Kecamatan Plumpang itu juga mendorong agar proyek Waduk Jabung di Kecamatan Widang segera diselesaikan.
‘’Tak kunjung selesainya proyek Waduk Jabung juga menjadi salah satu penyebab banjir,’’ tandasnya. (fud/tok)
Editor : Amin FauzieSumber : Radar Tuban