Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Elpiji 3 Kg Langka, Harga Melambung Tembus Rp 25-30 Ribu di Bangilan-Jatirogo

M. Mahfudz Muntaha • Senin, 18 Maret 2024 | 20:10 WIB
Elpiji 3 kilogram
Elpiji 3 kilogram

RADARTUBAN – Janji Pertamina yang akan menjamin stok elpiji selama Ramadan
seakan hanya lip service.

Baru memasuki pekan pertama puasa, harga tabung elpiji 3 kilogram (kg) di Tuban melambung hingga Rp 25 ribu. Jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang hanya Rp 16 ribu.

Pantauan Jawa Pos Radar Tuban, melambungnya harga tabung melon itu terjadi di Kecamatan Jatirogo dan Bangilan.

Selain harganya yang mencapai Rp 25 ribu, warga juga kesulitan mendapat elpiji.

Toko-toko kelontong di dua kecamatan tersebut kehabisan stok.

Wahyudi, salah satu warga Desa/Kecamatan Bangilan mengungkapkan, kelangkaan tabung elpiji subsidi itu sudah berlangsung sejak awal Ramadan, atau sekitar sepekan.

‘’Harganya terus naik, hingga saat ini tembus Rp 25 ribu,’’ katanya kepada wartawan koran ini, Minggu (17/3).

Niam, salah satu warga Kecamatan Jatirogo ini juga mengungkapkan keresahan yang sama.

Sudah beberapa hari ini tabung elpiji 3 kg di Kecamatan Jatirogo langka.

Bahkan, di beberapa desa di kecamatan setempat, harganya sudah ada yang tembus Rp 28-30 ribu.

‘’Itu (harga Rp 28-30 ribu, Red) kemarin pas elpiji sedang sulit-sulitnya dicari,’’ ujarnya.

Untuk mendapat satu tabung elpiji, sebagian warga harus mencari hingga ke sejumlah desa—dari toko ke toko.

‘’Meski harganya Rp 28 ribu tidak masalah, daripada tidak dapat,’’ katanya.

Kendati masyarakat sudah mengeluh silitnya mendapat elpiji, sejauh ini belum ada langkah taktis dari Pertamina maupun instansi terkait.

‘’Padahal sudah ramai juga di media sosial,’’ ujarnya.

Section Head Communication and Relation Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Taufiq  Kurniawan mengatakan, sebenarnya stok elpiji untuk Tuban masih sangat aman.

Dikatakan dia, di Tuban ada 28 agen dan 1.269 pangkalan. Sedangkan di Kecamatan Jatirogo sendiri ada 8 agen dan 85 pangkalan yang tersebar di 18 desa se-Kecamatan Jatirogo.

Artinya, di setiap desa ada 4 pangkalan.

‘’Kalau ada masyarakat yang beli dengan harga tinggi, itu karena beli di pengecer,’’ ujarnya.

Padahal, lanjut Taufiq, ketika masyarakat ingin dapat harga sesuai HET harus membeli di pangkalan.

Ihwal harga elpiji di toko-toko kelontong yang mencapai Rp 25 ribu, itu di luar kewenangan Pertamina.

‘’Untuk toko ritel penjualan eceran, itu sudah menjadi wewenang dinas koperasi usaha kecil menengah dan perdagangan (diskopumdag),’’ ujarnya.

Akan tetapi, lanjut Taufiq, jika memang ada ada pangkalan yang ikut bermain menjual elpiji di atas HET, maka pertamina akan memberikan sanksi tegas.

‘’Akan kami lakukan pemutusan hubungan usaha (PHU),’’ bebernya.

Karena itu, tegas Taufiq, jika ada warga yang mengetahui pangkalan menjual elpiji di atas HET, diharap segera melapor ke Pertamina.

‘’Kami tidak ingin ada asumsi jika Pertamina mempermainkan harga,’’ tandasnya. (fud/tok)

Editor : Amin Fauzie
#harga melambung #ramadan #elpiji 3 kg langka