RADARTUBAN – Selama bulan Ramadan, Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Tuban membuka layanan lebih malam dibanding hari biasa.
Itu karena PMI ingin memfasilitasi mereka yang berpuasa untuk bisa tetap donor tanpa mengganggu aktivitas beribadah.
Humas UDD PMI Tuban Sarju Efendi mengatakan, jam pelayanan akan buka lebih siang dan tutup lebih malam.
Dari sebelumnya buka pukul tujuh pagi, dan tutup pukul sembilan malam.
‘’Selama Ramadan, buka pukul delapan pagi sampai pukul sepuluh malam,” ujar dia.
Lulusan Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya menuturkan, selama Ramadan banyak orang yang melakukan donor di malam hari karena masih banyak yang ragu dan takut untuk donor darah saat puasa.
Alasannya, takut akan merasa drop setelah donor dan akan membatalkan puasa.
‘’Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah berfatwa donor siang hari tidak membatalkan puasa, untuk menghindari drop setelah donor bisa mengonsumsi banyak makanan ketika buka dan sahur,” terangnya.
Diakui pemuda yang tinggal di Desa Tunah, Kecamatan Semanding ini, dibanding hari biasa, jumlah pendonor mengalami penurunan selama Ramadan.
Maka dari itu, target dalam perolehan kantong darah selama Ramadan menurun.
‘’Kalau bulan biasa sekitar 1200 sampai 1300, kalau Ramadan 900 insyaaAllah bisa,” pungkasnya.
Meski berkurang, stok Packed Red Cells (PRC) atau sel darah merah terbilang aman.
Tapi hal ini tidak terjadi pada stok trombosit.
‘’Hari ini saja stoknya kosong,” jelasnya.
Sarju mengatakan, trombosit masa simpannya sangat sebentar yakni hanya lima hari.
Biasanya jika ada permintaan trombosit, pihaknya baru akan mencarikan pendonornya.
‘’Alhamdulillah tidak pernah sampai menunggu lama sudah ada pendonornya,” tandasnya. (zia/yud)
Editor : Amin Fauzie