RADARTUBAN – Direktur Jendral (Dirjen) Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) Suwandi Selasa (19/3), melakukan kunjungan sekaligus meninjau hasil panen jagung di Desa Ngimbang, Kecamatan Palang.
Dalam kunjungan tersebut, Suwandi didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tuban melakukan panen raya jagung di atas tanah yang dikelola Gapoktan Manunggal Rejeki seluas 517 hektar dengan varietas NK 7328 Sumo.
Dalam sambutannya, Suwandi menyampaikan kekagumannya terhadap petani jagung di Tuban.
Meski benih jagung ditanam di lahan tadah hujan, namun produktivitas yang dihasilkan bisa mencapai 7 ton per hektar.
‘’Tuban mampu menjadi sentra jagung di Jawa Timur, bahkan secara nasional,’’ ujar dia.
Produktivitas jagung 4 bulan terakhir ini mengalami peningkatan di atas 5 juta ton. Jika dibandingkan 4 bulan yang sama pada periode awal tahun lalu yang masih di bawah 5 juta ton.
‘’Secara nasional produktivitas jagung surplus hingga 1,2 juta ton,’’ terangnya.
Lebih lanjut dikatakan oleh Suwandi, Kementan mencatat terdapat 55 titik mengalami penurunan harga jagung yang mulai berkisar antara Rp 3 ribu dan paling tinggi Rp 4.200 yang menjadi harga acuan pemerintah (HAP).
‘’Setelah ini harus ada koordinasi dan kesepakatan bersama antara petani ataupun Gapoktan dengan pengusaha jagung agar hasil panen terjamin,’’ imbuhnya.
Terpisah, Sekda Kabupaten Tuban Budi Wiyana dalam sambutannya menyampaikan terima kasih terhadap Kementan RI dalam beberapa kesempatan menjadikan Tuban sebagai rujukan keberhasilan hasil panen di
Jawa Timur.
‘’Semoga kita bisa menjaga keberhasilan panen raya ini setiap tahunnya,’’ ungkapnya. (an/yud)
Editor : Amin Fauzie