RADARTUBAN – Tim satuan tugas (Satgas) Pangan Mabes Polri menegaskan tak akan memberi ampun kepada para pelaku penyalahgunaan pangan, termasuk pupuk.
Dalam menjamin ketersediaan pangan sekaligus mencegah praktik gelap dalam produksi pangan, polisi akan aktif turun lapangan melakukan pantauan.
Waka Satgas Pangan Mabes Polri Brigjen Pol Helfi Assegaf mengatakan, untuk memastikan kestabilan harga, maka langkah paling utama adalah mengawasi hulu hingga hilir.
Dari hulu, yang harus diperhatikan yakni persoalan pupuk yang sering kali jadi momok bagi para petani.
‘’Jika ketersediaan pupuk aman maka imbasnya pada harga pangan juga akan turut stabil,’’ ujar dia.
Lebih lanjut dikatakan olehnya, tim satgas rutin melakukan pengecekan terhadap para penerima pupuk bersubsidi di berbagai daerah.
‘’Jumlahnya harus sesuai dengan kebutuhan para petani dan harga penjualannya juga harus sesuai dengan harga yang telah ditetapkan,’’ imbuhnya.
Helfi menegaskan, jika di lapangan dijumpai praktik yang tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, maka polisi akan menindak tegas kepada pihak yang bersangkutan.
‘’Perlu adanya peran dari beberapa pihak agar dapat menekan pelaku praktik gelap dalam distribusi pupuk,’’ jelasnya.
Dalam kunjungannya pada panen jagung di Desa Ngimbang, Kecamatan Palang lalu, mantan Kapolres Balangan, Kalimantan Selatan ini memberi contoh harga jagung yang stabil karena tidak ada persoalan produksi bagi para petani.
Jika ketersediaan jagung dirasa cukup atau bahkan lebih maka ketersediaan pakan ternak juga akan aman.
‘’Harga telur dan ayam nantinya juga akan berpengaruh dari ketersediaan pakannya,’’ ungkap Helfi.
Saat disinggung terkait harga sembako di pasar yang mulai merangkak naik, mantan Kabid Humas Polda Sumut ini menegaskan bahwa kenaikan beberapa harga pangan dipengaruhi oleh tingkat konsumsi masyarakat pada bulan Ramadan yang juga meningkat.
‘’Untuk sementara waktu tidak ditemui adanya kejangggalan terkait lonjakan harga pasar,’’ tegas dia. (an/yud)
Editor : Amin Fauzie