RADARTUBAN-Gempa yang terpusat di perairan laut Tuban, Jawa Timur yang berlangsung sejak Jumat (22/3) pukul 11.22 hingga malam ini masih memungkinkan terjadi gempa susulan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Sudarmaji menyampaikan update terakhir gempa pada pukul 21.25 WIB.
Dia memaparkan untuk sementara telah terjadi 57 kali gempa.
Dari jumlah tersebut yang terbesar hanya tiga kali. Yakni, secara berurutan berkekuatan magnitudo 6,0 SR dan disusul 5,6 SR, serta terakhir 6,5 SR.
Dia juga menyampaikan kerusakan bangunan rumah terparah terjadi pada lima rumah.
Kelima rumah tersebut milik Sulaimi di Desa Glagahsari, Kecamatan Soko; Ngatmin, Desa Laju Lor, Kecamatan Singgahan; Sudartik, Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel; Winarlin, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding; dan Tikno, Desa Laju Kidul, Kecamatan Singgahan.
Kondisi kerusakan tersebut mulai dapur dan pagar roboh, hingga sebagian bangunan rumah rusak.
Selain rumah, gempa juga merusak sebagian bangunan Tempat Ibadah Tri Darma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban dan bekas Balai Desa Dagangan, Kecamatan Parengan.
Terkait kondisi kerusakan bangunan kelenteng, Darmaji belum bisa menyampaikan karena masih diasesmen.
’’Selain itu, kabar jalan rusak berat, rumah tingkat roboh, gelombang laut masuk daratan tidaklah benar. Masyarakat dalam kondisi aman dan tidak ada yang diungsikan,’’ tegasnya.
Di bagian lain, Darmaji mengimbau masyarakat untuk tenang dan tetap waspada. ‘’Hindari bangunan yang rentan. Gempa susulan masih memungkinkan terjadi,’’ ujarnya. (ds)
Editor : Amin Fauzie