Satu lagi mahasiswi asal Tuban yang mampu go internasional dari kemampuannya. Adalah Melindo Anggraini, 21, yang lolos program magang internasional Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Jeddah, Arab Saudi.
BERKAT ketekunannya belajar hingga menguasai Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, membawa gadis yang akrab disapa Melin ini menjadi salah satu mahasiswi asal Indonesia yang menjalani magang di Jeddah, Arab Saudi mulai 29 Januari – 1 April 2024.
Saat dihubungi melalui Whatsapp, mahasiswi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya itu sedang di tanah suci.
Dia sedang menjalani rutinitas menjadi guru bahasa Inggris di Arab Saudi.
‘’Ini sedang mengajar siswa siswa dari berbagai jenjang di Jeddah,’’ kata dia mengawali wawancara.
Melin mulai mengasah kemampuannya berbagai asing saat menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Modern 4 Bahasa Al Muhibbin Jatirogo.
Mulai SMP hingga SMA, Melin memiliki nilai bahasa asing yang cukup menonjol dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya.
Keseriusan dara asal Desa Sidomukti, Kecamatan Kenduruan ini dalam berbahasa asing dilakukan saat di lingkungan pondok.
Dia selalu melatih kemampuannya dalam berbahasa Inggris dan Arab dengan cara berkomunikasi dengan teman pondoknya.
‘’Karena lingkungan pondok mengedepankan bahasa asing, semakin lama mulai terbiasa,’’ ujar alumni SMP Plus Al-Muhibbin itu.
Saat berkuliah di Kota Pahlawan, kemampuan berbahasa asing Melin semakin meningkat, khususnya bahasa Inggris.
Hal itu dibuktikan dengan sejumlah prestasi yang dia torehkan.
‘’Bersyukur pernah berhasil meraih juara 2 dalam lomba kepenulisan esai berbahasa Inggris tingkat nasional,’’ jelas dia.
Kesuksesannya itu berlanjut, pada awal 2024 ini Melin berhasil lolos program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Magang Internasional di Jeddah, Arab Saudi.
‘’Bersyukur bisa menjadi salah satu pengajar sekolah di tanah suci,’’ imbuhnya.
Saat di Arab, Melin benar-benar mendapatkan pengalaman berharga dan langka.
Sebagian besar anak didiknya adalah siswa-siswi sekolah berbagai jenjang yang merupakan keturunan Arab-Indonesia.
‘’Senang bertemu anak-anak di sana yang menyambut positif kedatangan kami di sini,’’ imbuhnya.
Selain magang, Melin mengaku bahagia karena dapat menjalankan ibadah selama Ramadan di tanah suci.
Meski di awal kedatangannya harus beradaptasi dengan kultur budaya serta lingkungan yang baru.
‘’Alhamdulillah bisa menjalankan puasa serta ibadah lainnya dengan lebih khusyuk lagi di tanah suci,’’ ucapnya bersyukur. (an/yud)
Editor : Amin Fauzie