RADARTUBAN – Musim hujan akan memasuki puncaknya dalam waktu dekat. Praktis, transisi pancaroba atau peralihan musim dari penghujan ke kemarau juga bakal berlangsung.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tuban Zem Irianto Padama mengatakan, sedianya saat ini sudah memasuki musim pancaroba.
Hanya saja, suhu udaranya masih rata-rata 32 derajat Celsius dan hujan masih akan berlangsung hingga April nanti.
‘’Selama pancaroba ini, perubahan cuaca bisa sewaktu-waktu berubah,’’ katanya.
Lebih lanjut, Zem mengatakan, untuk wilayah Kabupaten Tuban, awal musim kemarau dimulai Mei.
‘’Puncaknya Agustus,’’ tandasnya.
Zem menambahkan, sejauh ini masih berlangsung dampak El Nino atau pengurangan curah hujan, dan diprediksi baru berakhir pada Juni nanti.
Setelah itu kondisi kembali netral. Hanya saja, pada pertengahan hingga akhir tahun nanti diprediksi akan terjadi La Nina, yakni meningkatnya curah hujan di wilayah Indonesia, termasuk Tuban.
‘’Tapi potensinya (dampak La Nina) sangat rendah,’’ ujar dia.
Dijelaskan dia, La Nina adalah fenomena suhu muka laut di Samudera Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan di bawah kondisi normalnya.
Pendinginan ini mengurangi potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia secara umum.
‘’Saat itu (terjadi La Nina) angin monsun timuran mulai memasuki wilayah Jawa,’’ ungkapnya.
Karena itu, Zem mengimbau agar masyarakat perlu mewaspadai akan perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba saat masa pancaroba.
‘’Berdasarkan pantauan kami cuaca saat ini dalam kategori aman, namun tetap waspada terkait kemungkinan bencana yang biasanya kerap terjadi musim peralihan,” jelasnya. (zia/tok)
Editor : Amin Fauzie