RADARTUBAN – Industri kreatif telah menjelma menjadi kekuatan ekonomi baru. Berangkat dari semangat tersebut, Pemkab Tuban secara konsisten menyediakan ruang kepada pelaku industri kreatif untuk terus berkembang.
Dan setelah ditunggu-tunggu, Jumat (5/4) ruang ekonomi kreatif Tuban Abirama akhirnya diresmikan.
Peresmian episentrum ekonomi kreatif di Bumi Ronggolawe itu terasa spesial, karena diresmikan langsung oleh Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024.
Dan terasa khidmat karena bersamaan dengan pemberian santunan kepada 2.000 anak yatim-duafa.
Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky dalam sambutannya menceritakan bahwa pembangunan Tuban Abirama ini didedikasikan untuk masyarakat dan juga almarhum sang ayah, Ali Hasan.
Sebab itu, konsep dan arsitekturnya disesuaikan dengan nilai dan pengajaran dari ayahanda Mas Lindra—sapaan akrab bupati.
Pertama, terkait pemilihan nama, dipilih Tuban Abirama sebab Abirama diambil dari bahasa sansekerta yang bermakna selaras, serasi dan berkesinambungan.
‘’Mengapa saya pilih Abirama ini karena saya ingat bagaimana orang tua saya mengajarkan kepada anak-anaknya bahwa hidup itu tidak bisa seorang diri dan harus saling melengkapi,’’ ujarnya.
Kemudian dari nama Abirama dengan makna selaras ibu contoh bagaimana memimpin Tuban tidak bisa dilakukan seorang diri. Tetapi membutuhkan semua elemen yang ada.
‘’Maka hasil suksesi pemerintah Tuban sekarang karena adanya kolaborasi dari berbagai elemen yang memiliki visi yang sama,’’ ujarnya.
Sementara arti berkesinambungan menegaskan bahwa pemimpin setiap masa harus saling nyambung.
Sebab, dari pemimpin-pemimpin sebelumnya juga selalu ingin yang terbaik untuk Kabupaten Tuban. Sehingga pentingnya merangkul semua pihak, terutama pemimpin-pemimpin sebelumnya.
‘’Seperti ibu khofifah yang mampu merangkul semua pihak terutama pemimpin sebelumnya untuk bisa bersama membangun Jawa Timur,’’ ujar mencontohkan.
Selain filosofi nama, bupati termuda sepanjang sejarah pemerintahan Tuban ini juga menyampaikan bahwa ada makna tersendiri dari pembangunan Tuban Abirama ini, yang tidak jauh dari nilai-nilai yang diajarkan oleh ayahanda.
Seperti bangunan yang terbuka tanpa pagar, itu menunjukkan cara berpikir terbuka dan menerima masukan dari siapa pun.
‘’Makanya, bangunan ini dibuat terbuka,’’ ungkapnya.
Berikutnya, bangunan yang dibuat menghadap laut supaya dekat dengan alam, sehingga bisa menjadi tempat santai sembari berkontemplasi atau merenung melihat dan menikmati luasnya laut.
‘’Itu sesuai apa yang diajarkan oleh orang tua kami, yakni berpikir seluas-luasnya dan sejauh-jauhnya selama menjadi manusia yang bermanfaat,’’ imbuhnya.
Diharapkan, Tuban Abirama menjadi ruang pengembangan ekonomi kreatif dan tempat rekreasi masyarakat yang menyenangkan. Khususnya bagi generasi muda untuk menggelar kegiatan-kegiatan positif.
Juga diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tuban. (fud/tok)
Editor : Amin Fauzie