Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Warga Tuban Rerata Hanya Sekolah 7 Tahun. BPS Ungkap Penyebabnya, Salah Satunya Kuliah di Luar Kota

Amin Fauzie • Jumat, 12 April 2024 | 21:39 WIB
Ilustrasi lulus kuliah
Ilustrasi lulus kuliah

RADARTUBAN -Badan pusat statistik (BPS) Tuban merilis rata-rata lama sekolah warga Tuban hingga 2023 hanya 7,40 tahun. Meningkat tipis dari tahun sebelumnya (20 22) yang berada di 7,37 tahun.

Mengacu data yang sama sejak 8 tahun terakhir, angka lama pendidikan rata-rata warga Tuban tak bergerak di angka 6 - 7 tahun.

Mengacu data BPS Tuban, sejak 2015 angka rata-rata pendidikan warga Tuban 6,2 tahun. Selanjutnya 2016 (6,25 tahun), 2017 (6,48 tahun), 2018 (6,52 tahun), dan  2019 (6,81 tahun).

Dilanjutkan 2020 (6,95 tahun), 2021 (7,18 tahun), dan 2022 (7,37 tahun).

Artinya, masih banyak warga Tuban yang hanya tamat SD.

Kepala BPS Tuban Andhie Surya Mustari menjelaskan, salah satu kendala sulitnya angka lama sekolah meningkat adalah banyak siswa Tuban yang melanjutkan pendidikan ke luar kota.

Andhie menjelaskan, siswa Tuban yang melanjutkan pendidikan ke luar kota tidak terdata sebagai peningkatan lama belajar.

Jika rata-rata lama sekolah ingin naik, kata Andhie, lulusan SMA/SMK Tuban harus melanjutkan kuliah di Tuban.

Hal itu yang terjadi di Kota Malang. Lama belajar di Kota Malang pada 2023 mencapai 10,94 tahun.

‘’Hal itu dipicu karena Malang memiliki banyak perguruan tinggi negeri yang jadi jujukan belajar,’’ ungkap dia.

Mantan Ketua Tim Jembatan Komunikasi LF SP2020 BPS RI ini mengatakan, pendidikan menjadi salah satu faktor untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM).

Sehingga, pilihannya kualitas lembaga pendidikan di Tuban ditingkatkan dan diperbanyak.

‘’Semakin lama warga Tuban sekolah di Tuban, maka angka pendidikan baru akan meningkat,’’ jelasnya.

Andhie menjelaskan, persoalan lain yang dia temui adalah kebiasaan sebagian keluarga jika seorang anak sudah bisa membaca dan menghitung, langsung diajak bekerja oleh orang tua.

Mayoritas mereka ikut menjadi pekerja kuli batu kumbung dan nelayan.

‘’Ini juga sulit menaikkan lama belajar sekolah warga Tuban,’’ ungkapnya.

Mengacu data, pendidikan yang rendah sangat berkaitan dengan kemiskinan yang tinggi. Meskipun konsisten naik, tapi kenaikan pendidikan warga Tuban tersebut tak signifikan.

Tetap dapat disimpulkan masih banyak warga Tuban yang tak tamat SMP sejak satu windu terakhir. (yud)

Editor : Amin Fauzie
#pendidikan #Warga Tuban #sekolah