RADARTUBAN – Hampir sepekan setelah lebaran, dokumen proyek rehab sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Tuban belum naik ke meja pengadaan barang dan jasa (PBJ).
Padahal proyek rehabilitasi dan pembangunan nantinya tidak hanya menyasar pada ratusan ruang kelas. Namun juga beberapa sarana dan prasarana lembaga pendidikan lain.
Meski demikian, Disdik tetap optimistis proses pembangunan tuntas sesuai target pada akhir tahun 2024 nanti.
Kepala Disdik Tuban Abdul Rakhmat membenarkan bahwa dokumen rehab SD dan SMP belum sampai ke meja PBJ hingga triwulan ketiga tahun 2024 berakhir.
Alasan belum naiknya dokumen proyek rehab karena proses perencanaan yang belum rampung.
‘’Masih belum, masih proses perencanaan,” ujar dia.
Rakhmat menyampaikan, belum bisa memastikan, kapan dimulainya proses pembangunan dan rehabilitasi sekolah.
Lebih lanjut Rakhmat mengatakan, tidak ada kendala serius selama proses perencanaan.
Hanya saja, berkas proyek pembangunan dan rehabilitasi SD dan SMP harus mendapatkan verifikasi dari stakeholder terkait.
Lulusan Universitas Brawijaya (UB) Malang itu mengatakan, rencana anggaran biaya (RAB) yang telah disusun langsung diusulkan ke Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman (PUPRPRKP) Tuban.
‘’Kalau sudah disetujui dan mendapat verifikasi maka akan segera dinaikkan ke PBJ,” ujar dia.
Rakhmat mengatakan, rincian pembangunan di SD meliputi 24 ruang kelas baru, 13 perpustakaan, 7 toilet, dan 148 perbaikan ruang kelas.
Sedangkan pembangunan di SMP diantaranya adalah 4 ruang kelas baru, 21 perbaikan ruang kelas, perbaikan 7 ruang guru dan tata usaha, dan 3 toilet.
Rakhmat menambahkan, proses pembangunan dan perbaikan akan dilakukan secara bertahap. Artinya dilakukan bergantian dari sekolah ke sekolah.
‘’Untuk rincian sekolah kami sudah ada cata tannya mana saja yang akan dibangun,” tandasnya. (zia/yud)
Editor : Amin Fauzie