RADARTUBAN – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban mengungkapkan selama arus mudik-balik lebaran, sering menjumpai pemudik yang mengalami gejala kelelahan disertai kepala pusing saat mampir di posko kesehatan.
Kepala Dinkes P2KB Tuban Esti Surahmi menyampaikan, perjalanan jauh di terik mata hari bisa memicu kelelahan dan dehidrasi akut bagi para pemudik.
Selama arus mudik dan balik, tenaga kesehatan yang berjaga di pos pelayanan dan pos pengamanan kerap menjumpai pengendara yang mengalami kelelahan disertai kepala pusing dan dehidrasi akut.
Pejabat lulusan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini mengatakan, pengendara roda dua rentan dehidrasi.
‘’Terutama yang berkendara di siang hari ketika cuaca sedang panas-panasnya,’’ ujar dia.
Sejauh ini, kata Esti, kendala pemudik hanya soal gangguan kesehatan ringan. Belum ditemukan pengendara yang mengalami gejala kesehatan kronis di perjalanan.
‘’Meski demikian, kami juga menyiagakan fasilitas kesehatan 24 jam untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu darurat dibutuhkan oleh pengendara yang melintas,’’ imbuh Esti.
Lebih lanjut Esti mengatakan, setiap momen arus mudik-balik lebaran, posko kesehatan selalu menyediakan obat-obatan dan vitamin untuk para pengendara.
Bagi pengendara yang kesehatannya kurang fit diimbau untuk tidak memaksa berkendara.
Sedangkan untuk pengendara yang menjalani jarak tempuh jauh, setiap empat jam perjalanan harus menyempatkan untuk istirahat.
‘’Paling tidak berjaga-jaga dengan menyediakan obat-obatan pribadi,’’ terangnya.
Selama Operasi Ketupat 2024, petugas kesehatan disiagakan di tiga pos pengamanan dan satu pos pelayanan. Pada masing-masing posko disediakan tiga nakes yang berjaga.
‘’Ada dua perawat dan satu bidan di masing-masing posko kesehatan,’’ ujarnya.(an/yud)
Editor : Amin Fauzie