RADARTUBAN – Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Tuban dalam keadaan “darurat” sehari kemarin (19/4).
Diumumkan, persediaan darah untuk semua jenis golongan darah dalam kondisi urgen. Kondisi tersebut dibenarkan oleh Humas UDD PMI Tuban Sarju Efendi.
Dia mengatakan bahwa stok darah selama Lebaran ini terus menipis, bahkan hampir habis. Sementara permintaan kantong darah terus bertambah.
‘’Permintaan banyak, tapi stoknya terbatas,’’ ujarnya, sehingga kondisinya benar-benar urgen.
Sarju mengatakan, selama Ramadan stok darah sangat sedikit. Itu lantaran jumlah pendonor yang menurun dibanding hari biasa.
‘’Saat Ramadan hanya ada kegiatan donor darah di masjid-masjid, itu pun dapatnya sedikit,’’ tuturnya.
Disampaikan Sarju, selama Ramadan itu, jumlah pendonor hanya kisaran 12 hingga 15 orang per hari.
Sementara permintaan darah mencapai 30 sampai 40 kantong. Untuk mengatasi hal tersebut, saban hari pihaknya mengirim broadcast via media sosial WhatsApp kepada pendonor yang sudah waktunya donor darah kembali.
‘’Tidak sampai ambil dari luar kota, karena rata-rata hampir semua PMI stok darahnya menipis,’’ jelasnya.
Lulusan Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya ini mengatakan, permintaan kantong darah paling dominan berasal dari penyakit dalam.
Ada juga dari pasien demam berdarah dengue (DBD) yang jumlahnya terus bertambah.
Dia menambahkan, selama Ramadan dan Hari Raya kemarin, kegiatan donor darah di perusahaan dan instansi juga tidak ada. Sehingga sangat berpengaruh terhadap stok darah di PMII.
‘’Hingga kondisinya urgen,’’ tandasnya.
Sarju mengatakan, stok darah akan segera kembali normal, karena beberapa perusahaan dan instansi sudah mulai ada permintaan jadwal kegiatan donor darah.
Per Jumat (19/4), pihaknya sudah melakukan kegiatan donor darah di perusahaan dan instansi.
‘’Kemarin kegiatan donor darah di RSNU Tuban dan di PT Wijaya Karya Jenu. Alhamdulillah, stoknya mulai normal kembali,’’ katanya. (zia/tok)
Editor : Amin Fauzie