TUBAN – Bukannya dinikmati, keindahan Tuban Abirama tercoreng ulah segelintir pemuda yang diduga mabuk.
Para pemuda sampah masyarakat itu mengeroyok dan menganiaya pengunjung dan terekam salah satu kamera hingga viral di media sosial (Medsos).
Keributan bermula dari salah satu pemuda dalam sebuah kelompok melakukan provokasi dengan menendang salah satu pengunjung wanita.
Pengunjung wanita itu datang bersama suaminya yang hendak memarkir kendaraan.
Kepada Jawa Pos Radar Tuban, Zahrotul Mufidah, 28, menceritakan kejadian tersebut dengan detail.
Pada malam itu, dia bersama suaminya Tomi Eko Wijaya, 25, hendak singgah di kawasan yang dulunya Rest Area Tuban.
Tiba-tiba mereka berdua mendapat perlakuan tidak mengenakan dari lima pemuda yang berada di lokasi itu.
Mufidah, selaku korban menceritakan, saat sedang mengantre masuk parkiran, dirinya bersebelahan dengan sekelompok pemuda yang menggunakan dua kendaraan. Salah satunya berboncengan tiga.
Wanita asal Desa Temandang, Kecamatan Merakurak itu menyadari sejak masuk parkiran, salah satu penumpang bonceng tiga itu mabuk berat.
‘’Dari gelagatnya sudah kelihatan dengan gerak tubuh yang meronta-ronta dan teriak-teriak,’’ ujar dia.
Dari gerak tubuh salah satu pelaku tersebut, Mufidah terkena tendangan keras yang mengenai bagian perutnya.
Korban kemudian mengeluh kesakitan dan secara jelas didengar oleh suaminya.
‘’Suami saya tidak terima langsung turun dari motor lalu mengejar para pelaku,’’ jelasnya.
Kelima orang yang berusaha kabur itu dihadang oleh pengunjung lain yang merupakan rombongan korban.
Keributan langsung terjadi hingga berada di jalan raya. Kejadian tersebut sudah berusaha dipisah oleh tukang parkir di kawasan tersebut.
Setelah terjadi baku hantam, salah satu teman korban pemabuk itu sempat minta maaf kepada korban.
Namun salah satu anggota dari kelompok pelaku tersebut kembali memprovokasi dengan menantang berkelahi.
‘’Ulah pelaku turut meresahkan pengunjung lain, bahkan pengunjung lain yang berada di situ ikut terlibat dalam keributan,’’ terang Mufidah.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Rianto saat dikonfirmasi mengatakan, hingga kemarin belum ada laporan dari korban.
Meski demikian terkait kerusuhan yang ada di kawasan Tuban Abirama, pihaknya akan tetap menyelidiki.
‘’Dengan adanya kejadian ini tentu akan menjadi atensi bagi kami untuk meningkatkan pengawasan keamanan di sejumlah kawasan padat pengunjung di Tuban,’’ tegasnya. (an/yud)
Editor : Muhammad Azlan Syah