RADARTUBAN – Masalah stunting masih menjadi problem serius di Indonesia.
Mengacu data survei status gizi Indonesia 2022 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), angka stunting nasional mencapai 21,6 persen.
Sedangkan di Provinsi Jawa Timur angkanya mencapai 19,2 persen.
Di Tuban, angka stunting pada periode yang sama tercatat 24,9 persen. Angka tersebut di atas rata-rata nasional dan provinsi.
Untuk menuntaskan, Pemkab Tuban mencanangkan penurunan angka stunting secara bertahap menjadi 17 persen persen pada 2023 dan 14 persen pada 2024.
Untuk memenuhi target tersebut memerlukan dukungan dan sinergitas yang kuat.
Pada momen memperingati Hari Kartini, Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) bekerja sama dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Tuban menginisiasi program Cantik di Hati yang merupakan kepanjangan Cara PRPP Ikut Mengembangkan Masyarakat Sehat Sejati.
Kegiatan berbentuk Seminar Kesehatan Pencegahan Stunting itu sebagai upaya peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya perempuan di desa sekitar area Proyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban Kecamatan Jenu sebagai upaya mendukung program penurunan angka stunting Pemkab Tuban.
Dalam kegiatan tersebut, tim Persagi menyampaikan pentingnya asupan makanan bergizi bagi anak-anak dengan menggunakan bahan makanan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Selain itu, PRPP juga mendistribusikan paket bahan makanan sehat kepada seluruh peserta agar materi pelatihan dapat dipraktikkan sebagai upaya peningkatan derajat kesehatan keluarga.
Desa Mentoso, Kecamatan Jenu mendapat kesempatan pertama mengimplementasikan program yang diselenggarakan pada Senin (29/4).
Tempatnya di Balai Desa Mentoso. Sebanyak 77 peserta seminar serius menyimak materi yang dipaparkan.
‘’Perempuan adalah pembawa peradaban, maksudnya pembentukan peradaban manusia dimulai dari ibu di mana pendidikan pertama anak-anak berasal dari ibu” ujar Corporate Affairs PRPP Yuli Witantra dalam sambutannya menyadur salah satu kutipan R.A Kartini.
Yuli menjelaskan, penting sekali bagi perempuan atau ibu memiliki pengetahuan yang luas.
Itu karena ibu adalah pendidikan pertama anak dalam membentuk peradaban manusia.
Karena itu, sosok ibu memiliki kontribusi yang besar kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
‘’Nantinya kami juga akan menyelenggarakan kegiatan serupa di desa sekitar area proyek GRR Tuban lainnya,’’ tuturnya.
Selain dihadiri puluhan ibu di Desa Mentoso dan perangkat desa setempat, hadir juga Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Bencana Kabupaten Tuban Esti Surahmi.
Iktu hadir, Camat Jenu Yoeliani Endang Poerwati dan Kapolsek Jenu Iptu Wakhid Nurcahyo.
Dalam sambutannya, Esti Surahmi menyampaikan Program Cantik di Hati merupakan program yang baik. Itu karena inovasi program tersebut meningkatkan wawasan para ibu.
‘’Banyak hal yang harus kita perhatikan terkait kesehatan masyarakat, meski penanganan stunting tetap menjadi prioritas,” kata Esti. (yud)
Editor : Muhammad Azlan Syah