RADAR TUBAN – Untuk memantapkan persiapan ke tanah suci, manasik haji kedua digelar Kemenag Tuban kemarin (2/5).
Bertempat di Kompleks Perumahan Dinas Semen Indonesia (SIG), manasik kedua itu diikuti 1.163 jemaah yang akan berangkat tahun ini, dengan rincian 543 laki-laki dan 620 perempuan.
Acara yang dimulai pukul 06.00 itu langsung dibuka dengan praktik umrah wajib atau umrah haji. Serta praktik pelaksanaan haji secara lengkap. CJH dibimbing tata cara pelaksanaan ibadah haji dan umrah mulai dari ihram, wukuf di Arafah, mabit di muzdalifah dan mina.
Lalu, melempar jumrah aqabah, tahalul, thowaf, sholat sunnah ba’diyah thowaf, minum air zam-zam, serta sai antara bukit shafa dan marwah.
Setelah manasik, CJH diarahkan ke gedung Graha Sandiya untuk menerima pemantapan materi dari Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.
Selanjutnya, ada pengarahan dari Sekretaris Daerah Budi Wiyana yang mewakili Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky yang berhalangan hadir.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tuban Umi Kulsum mengatakan, melalui manasik CJH bisa menerima teori dan langsung mempraktikkan sesuai syariat Islam. Dilengkapi aturan yang telah diberikan oleh para pembimbing.
Sebelumnya, pada manasik pertama, CJH mendapatkan bimbingan dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) sebanyak 16 kali. Kemudian, pemantapan manasik di Kantor Urusan Agama (KUA) sebanyak 6 kali.
Setelah melalui beberapa bimbingan, diharapkan para CJH bisa melaksanakan ibadah dengan mandiri, tanpa ketergantungan.
’’Manasik massal kedua ini menjadi yang terakhir sebelum keberangkatan para CJH ke tanah suci,’’ terang dia.
Salah satu peserta haji, Fida, yang seharusnya berangkat pada tahun 2023 namun mundur satu tahun menyampaikan rasa syukurnya bisa berangkat tahun ini.
Dia dan CJH lainnya mengaku telah mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh selama 6 bulan.
Termasuk dalam pembimbingan manasik, persiapan pakaian ihram, menghafalkan doa-doa, dan persiapan lainnya. Selain itu, CJH juga mempersiapkan latihan fisik dengan berolahraga dan dibantu oleh vitamin-vitamin sesuai kebutuhan tubuh.
’’Semoga disana diberi kesehatan, kelancaran, dan bisa kembali ke Indonesia dengan selamat,” tegas dia. (han/yud)
Editor : Muhammad Azlan Syah