Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Menulis adalah Sarana Menyuarakan Perasaan. Naomi, Penulis Novel Romansa dari Tuban

Hardiyati Budi Anggraeni • Minggu, 5 Mei 2024 | 01:21 WIB
PRODUKTIF: Naomi bersama dua novel sekuel karyanya yang beraliran percintaan.
PRODUKTIF: Naomi bersama dua novel sekuel karyanya yang beraliran percintaan.

Disibukkan dengan rutinitas mengajar Bahasa Inggris di salah satu SMP swasta di Tuban, tak menghambat Naomi Nadia, 35, untuk aktif berkarya menghasilkan dua novel sekuel tentang kisah percintaan remaja.

HOBI adalah sarana untuk bisa melepas kepenatan, itulah yang diungkapkan oleh gadis yang akrab disapa Naomi ini.

Seorang guru Bahasa Inggris yang pro­duktif dengan menelurkan dua novel sekuel atau bersambung.

Wanita yang tinggal di Jalan Pramuka tersebut mengaku sangat mencintai dunia kepenulisan sejak men­duduki bangku SMP.


Saat wawancara, Naomi menceritakan asam manis dunia penulisan yang telah dia lalui. Awalnya, pendidik wanita ter­sebut sempat akan menerbitkan novel pertamanya ketika masih SMA, namun sayangnya gagal karena penerbit buku yang dia tuju bermasalah.


Selang beberapa tahun kemu­dian, tepatnya pada 2020 Naomi kembali menekuni hobinya menulis melalui platform novel online berbayar yang sedang trending pada saat itu.

Melihat peluang yang dirasa men­janjikan dari segi finansial, akhirnya dia mulai menulis novel My Regent’s Heart.

‘’Dari awalnya menulis untuk online, akhirnya diputuskan untuk dicetak,’’ kenang dia.


Saat banyak orang enggan menulis novel fiksi karena cerita yang ditulis cukup panjang, Naomi berpendapat berbeda.

Cewek kelahiran 7 Februari 1989 itu merasakan bahwa novel merupakan media untuk bisa me­ngung­kapkan perasaannya secara lebih luas.

‘’Ada kalanya menulis untuk menceritakan yang tidak bisa saya ungkapkan secara leluasa di dunia nyata,” katanya.


Ide untuk menulis novel pun tak jauh dari kehidupan di sekitarnya. Terutama dari cerita teman-temannya dan penga­laman pribadi.

‘’Kadang juga terinspirasi tokoh-tokoh publik yang sedang viral di media sosial (medsos),” ujarnya.


Wanita beretnis Tionghoa ini mengaku semakin sering menulis, dia semakin jatuh cinta dengan kegiatannya menulis novel. Bukannya merasa jenuh, Naomi justru merasakan kepuasan karena bisa menceritakan tokoh yang ada dalam piki­rannya.

‘’Ada kepuasan ter­sendiri, terlebih ketika pembaca merasa relate dan senang dengan cerita yang kita tulis,” imbuhnya.


Wanita berambut panjang ini berbagi tips menulis novel bagi para pemula. Kuncinya, harus menjadi diri sendiri dan tak pernah lelah untuk terus berkarya.

Setiap penulis pasti memiliki gaya sendiri untuk menuliskan karyanya, jadi tak perlu membandingkan antara penulis satu dengan yang lainnya.


Tak kalah penting bagi Nao­mi, penulis pemula harus tahu cara memanfaatkan berbagai media yang ada untuk terus belajar dan ber­karya. Seiring de­ngan ber­jalan­nya waktu, ke­percayaan diri seorang penulis pemula alan terus meningkat.

‘’Po­kok­nya jangan per­nah ber­hen­­ti mem­perbai­ki diri,” ung­­kap dia. (gi/yud)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#bahasa inggris #hobi #sekuel #naomi #smp #fiksi #remaja #sma #media sosial #pramuka #online #berkarya #jenuh #rutinitas #mengajar #percintaan #novel #finansial #viral