RADARTUBAN – Sempat diklaim tuntas oleh Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah IV Jawa Timur, proyek jalan lingkar selatan (JLS) segmen dua ternyata belum selesai.
Pantauan Jawa Pos Radar Tuban, hingga kemarin (5/5) masih tampak pengerjaan di sejumlah titik proyek yang terus dikebut.
Staf Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah IV Jawa Timur Siska Yufina mengakui bahwa sempat ada miskomunikasi antara dirinya dengan laporan yang diterima—yang menyatakan proyek JLS telah tuntas.
‘’Kontraktor harus bertanggungjawab penuh dengan keterlambatan proyek JLS,’’ ujar dia.
Lebih lanjut, Siska mengatakan, meski diberi kesempatan 50 hari lagi waktu tambahan untuk menuntaskan pekerjaan, pihak kontraktor tetap dikenakan denda sesuai jumlah kemoloran hari proyek pengerjaannya.
‘’Denda akan terus bertambah sesuai dengan jumlah hari keterlambatannya,’’ jelas dia.
Disinggung jumlah nominal denda per harinya yang harus dibayarkan oleh kontraktor, Siska enggan menyebut nominalnya.
‘’Saya kurang tau lebih detail terkait denda yang harus diterima oleh kontraktor,’’ imbuhnya.
Pejabat asal Blitar itu juga menuturkan, bahwa pekerjaan kontraktor juga sempat terhambat akibat dari adanya insiden truk menabrak proyek yang membuat salah satu bagian dari proyek mengalami kerusakan.
‘’Saluran air di sisi dengan dan bagian pembatas jalan alami kerusakan,’’ jelas dia.
Siska menegaskan, proyek JLS harus tuntas bulan Juni dan sudah tidak ada kesempatan lagi bagi kontraktor.
‘’Harapannya kalau bisa sebelum Juni harus tuntas,’’ pungkasnya. (an/tok)
Editor : Muhammad Azlan Syah