RADARTUBAN – Badan Pusat Statistika (BPS) Tuban merilis profil rumah tangga miskin di Tuban selama 2023. Hasilnya mengejutkan, pasangan nikah muda mendominasi rumah tangga kategori miskin.
Mengacu data BPS Tuban, sebagian besar penduduk miskin berada pada kelompok umur 19 – 44 tahun, jumlahnya 41,94 persen.
Statistisi Ahli Madya BPS Tuban, Suzatmo Putro mengatakan, mengacu data, kategori keluarga miskin didominasi usia produktif.
Di rentang usia yang sama, remaja produktif yang tidak dikategorikan miskin hanya 41,63 persen.
‘’Keluarga miskin didominasi mereka yang menikah di usia muda rentang 19 – 44 tahun,’’ terang dia.
Momo sapaan akrabnya, mengatakan, kemiskinan dinilai dari ketidakmampuan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar yang diukur dari pengeluaran.
Karakteristik rumah tangga miskin memiliki rata-rata jumlah keluarga lebih banyak.
‘’Dengan nilai rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan senilai Rp 454.336,’’ jelas dia.
Pejabat kelahiran Sidoarjo ini memaparkan, kemiskinan pada usia produktif mayoritas dipicu karena faktor keturunan. Mereka dari keluarga miskin, umumnya akan melahirkan anak kategori miskin pula.
‘’Jarang sekali ditemui pada data, anak dari keluarga miskin tiba-tiba langsung kaya mendadak di usia muda,’’ lanjut dia.
Selain faktor keturunan, pemicu lain dari kemiskinan adalah tingkat pendidikan. Momo menjelaskan, secara umum pendidikan penduduk miskin lebih rendah dibandingkan penduduk tidak miskin.
’’Hal ini terlihat dari semakin tinggi pendidikan, persentase penduduk miskin semakin kecil,’’ ungkap dia.
Dari data penduduk miskin tersebut, kata Momo, sebanyak 41,59 persen berstatus tidak bekerja. Selebihnya, 44,08 persen bekerja di sektor informal dan 14,34 persen bekerja di sektor formal.
Sedangkan penduduk miskin usia 15 tahun ke atas sebagian besar bekerja di sektor pertanian sebanyak 30,82 persen.
‘’Hanya 27,6 persen bekerja di sektor nonpertanian,’’ terangnya.
Masih kata Momo, keluarga miskin banyak menghabiskan pendapatannya untuk makan sehari-hari. Persentase pengeluaran keluarga miskin untuk makan mencapai 62,45 persen dan sisanya 37,55 persen untuk kebutuhan rumah lainnya.
Sedangkan keluarga tidak miskin, menghabiskan uangnya untuk makan sebesar 53,3 persen dan sisanya 46,7 persen untuk kebutuhan lainnya. (yud)
Editor : Muhammad Azlan Syah