RADARTUBAN – Pelaksanaan ujian Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) Kementerian Agama (Kemenag) yang dimulai Senin (6/5) lalu, berakhir kemarin (8/5). Lokasi ujian berlangsung di Ponpes Falahiyah Langitan, Kecamatan Widang.
Plt Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Tuban Imam Syafi’i mengatakan, ujian PKPPS tahun ini tak lagi manual.
Seiring dengan perkembangan teknologi, tes tahun ini diputuskan menggunakan sistem computer assisted test (CAT).
‘’Sehingga ujiannya tak lagi menggunakan kertas, tapi sudah menggunakan HP atau komputer,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Diakui Imam, pelaksanaan ujian menggunakan sistem CAT ini sempat mengalami kendala. Sebab, santri di lingkungan pesantren salaf tidak ada yang membawa HP maupun komputer. Namun, kendala itu bisa diatasi.
‘’Santri tidak ada yang memiliki HP, sehingga panitia meminjamkan HP dari pengurusan untuk digunakan ujian,’’ ujarnya.
Disampaikan Imam, total peserta ujian sebanyak 39 santri. Rinciannya, 16 santri jenjang wustho dan 23 santri jenjang ulya. ‘’Untuk jenjang ula tidak ada,’’ terang dia.
Lebih lanjut pejabat asal Kecamatan Palang itu menyampaikan, ujian PKPPS ini merupakan ujian kesetaraan bagi santri yang berada di pondok salafiyah. Jenjangnya sama dengan usia sekolah dari ula setara SD/MI, lalu wustho setara SMP/MTs, dan ulya setara SMA/MA.
‘’Tujuannya, agar santri bisa memiliki ijazah yang sama dengan pendidikan formal,’’ tandasnya. (fud/tok)
Editor : Muhammad Azlan Syah