RADARTUBAN - Berawal dari iseng mengikuti cabang olahraga (cabor) petanque, Vika Ayu Kurniawati, 17, berhasil masuk Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tanpa tes.
Atlet wanita kebanggaan Tuban itu masuk ke salah satu PTN di Kota Pahlawan itu menggunakan jalur prestasi.
Dara yang akrab disapa Vika ini mengaku kenal petanque saat masih duduk di bangku SMAN 1 Rengel. Dinilai memiliki potensi, Vika sering diikutkan beberapa event olahraga petanque hingga provinsi.
‘’Aku ikut event tingkat Kabupaten dan Alhamdulillah dapat juara,” katanya.
Deretan prestasi itu membawanya menjadi salah satu atlet petanque kebanggaanTuban. Dengan kerja kerasnya tersebut, Vika berhasil menjadi mahasiswi mahasiswi jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Unesa melalui jalur seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP).
Selama 3 tahun menjadi atlet petanque, Vika mengakui hal yang paling berat adalah melakukan program teknik pointing/shooting.
Teknik ini berguna untuk membiasakan pemain dalam melempar peluru, sehingga atlet bisa mendapatkan target yang diinginkan.
‘’Awalnya iseng, tapi lama-lama nyaman dan seru juga olahraganya,’’ ungkap dia.
Atlet petanque Tuban yang berhasil membawa medali emas pada Porprov 2023 lalu itu mengaku memiliki kebiasaan yang sulit hilang saat akan bertanding.
Dia mengaku bahwa sebelum pertandingan harus mengonsumsi madu dan juga vitamin c. Hal itu diperlukan untuk menjaga kondisi fisiknya yang harus prima saat ada berada dilapangan. (gi/yud)
Editor : Muhammad Azlan Syah