RADARTUBAN – Pemerintah menargetkan seluruh produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sudah bersertifikasi halal maksimal hingga Oktober.
Maka dari itu, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) mengebut penerbitan sertifikat halal bagi mereka yang memenuhi kriteria.
Satgas Halal Kemenag Tuban, Mahendra Hendy Saputra mengatakan, sekitar 8 ribu sertifikat halal sudah diterbitkan untuk pelaku UMKM.
Sedangkan kuota yang diberikan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) tahun ini sebanyak 1 juta sertifikat halal.
Artinya, penerbitan sertifikat masih memiliki banyak kuota untuk para pelaku industri kecil. Sehingga, dia berharap masyarakat dapat memanfaatkan program ini dengan sebaik-baiknya.
’’Kuota satu juta itu seluruh Indonesia dan sekarang sudah tinggal 200 ribuan (sertifikat halal) saja,” ujarnya.
Meskipun harus berlomba-lomba dengan pelaku UMKM seluruh Indonesia, Hendra sapaan akrabnya, tetap optimistis produk UMKM Tuban bisa mengantongi sertifikat halal.
Sertifikasi tersebut nantinya juga akan membantu memperluas peluang pasar yang lebih besar bagi para pelaku UMKM nantinya.
Lulusan Universitas Sunan Bonang (USB) itu juga menuturkan, program sertifikat halal gratis harusnya dimanfaatkan oleh pelaku UMKM Tuban. Selain tidak dipungut biaya, pendaftaran cukup mudah karena melalui online.
‘’Di supermarket sekarang harus pakai sertifikat halal. Kalau nggak ada sertifikasi halal, supermarket nggak mau,” ungkapnya.
Kendati sudah difasilitasi dengan mudah, namun pria kelahiran tahun 1985 mengakui jika masih banyak produk UMKM belum memiliki sertifikat halal. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya tanggap terhadap teknologi (gaptek).
‘’Mereka bilangnya tidak butuh, soalnya cuman jual (makanan kecil) begini aja,” tuturnya.
Selain itu, alasan lainnya adalah pelaku UMKM tak memiliki waktu untuk mendaftarkan produknya. Alasan kelelahan menjadi alasan yang cukup banyak diterima oleh Hendra.
‘’Karena pelaku UMKM buat produk, sudah capek. Alasannya kebanyakan begitu,” imbuhnya.
Walaupun sampai saat ini permintaan sertifikat halal masih berlanjut, pria asal Kelurahan Doromukti itu belum bisa memastikan, apakah program sertifikasi halal tetap akan gratis atau bakal berbayar suatu saat.
Namun, dia berharap pihak-pihak terkait akan tetap memberikan fasilitas kepada masyarakat. (gi/yud)
Editor : Muhammad Azlan Syah