RADARTUBAN - Kurang lebih hampir 30 tahun, Hendro Purwandito menjalankan hobi bermain tamiya. Meski telah menginjak usia 43 tahun dirinya hingga saat ini masih konsisten menggeluti dunia balap mainan dalam miniatur lintasan itu.
Ditemui siang itu, di depan teras rumahnya, Gang Sadewa, Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban, Dito—sapaan akrab Hendro Poerwandito—mengungkapkan awal mula menekuni bermain tamiya semata-mata untuk media bermain—menemani kedua adiknya.
Dengan wajah murah senyumnya, Dito menostalgia masa remaja bersama adiknya.
‘’Dulu awalnya tidak punya media bermain dengan adik-adik saya, berkat tamiya yang membuat kedekatan saya dengan adik semakin erat,’’ kenangnya.
Saat menekuni hobi tamiya, Dito sempat mendapat teguran dari sang ayah karena sempat mendengar kabar jika balap tamiya jadi ajang judi pada masa itu.
Meski sedikit mendapat pertentangan, dirinya tetap meyakinkan kedua orang tuanya bahwa hobi yang dijalaninya itu punya manfaat positif.
Singkat cerita, setelah lulus kuliah dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Dito memutuskan berpindah di Jakarta.
Hobi tamiya itu masih membersamai kepindahannya di tanah rantau yang baru. ‘’Saat itu juga ikut komunitas tamiya, namanya Oprekmini4WD.com,’’ tuturnya.
Setiap kali bolak balik pulang Tuban, pria yang saat ini bekerja sebagai desainer itu selalu membawa berbagai macam jenis mainan tamiya kepada adiknya.
Bahkan, berkat kefanatikannya terhadap hobi tersebut hingga membuatnya membeli lintasan balapnya.
Tepatnya di tahun 2015 dirinya mulai membentuk komunitas tamiya di Tuban yang diberi nama Hore Arena Mini 4WD.
Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 2018, Dito memutuskan untuk menetap di Tuban dan mengembangkan hobinya.
Mulanya, komunitas tersebut dihuni hampir sekitar 60 orang. ‘’Sekarang ini yang aktif bermain tinggal 30 orang saja,’’ jelasnya.
Meski sempat mengalami fase keluar masuk anggota, tak menyurutkan semangatnya untuk terus mewadahi para pecinta mainan tamiya di depan rumahnya.
‘’Akhirnya saya sediakan tempat di depan rumah untuk para pecinta tamiya di Tuban,’’ ujarnya.
Hobi yang dijalaninya itu mendapat respon positif dari masyarakat, bahkan balap Mini 4WD sekarang sudah dinaungi oleh IMI (Ikatan Motor Indonesia) menjadi salah satu cabang olahraga ekshibisi di PON Aceh dan Sumatra nanti.
“Seringkali banyak bapak-bapak yang mengajak anaknya bermain Tamiya, menciptakan keakraban antara ayah dan anak,“ ungkap alumni SMPN 3 Tuban itu. (an/tok)
Editor : Muhammad Azlan Syah