RADARTUBAN – Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky masih menutup rapat siapa bakal calon wakil bupati (bacawabup) yang akan mendampinginya untuk maju di periode keduanya.
Spekulasi siapa yang bakal mendampingi incumbent untuk periode kedua terus bermunculan.
Alih-alih menjadi pesaing, kini banyak sosok yang berebut menjadi pendamping bupati muda yang akrab disapa Mas Lindra tersebut. Hanya saja siapa yang bakal dipilih, hingga saat ini masih teka-teki.
Pengamat politik Sullamul Hadi mengatakan, jika melihat kondisi saat ini, incumbent nyaris dipastikan tidak memiliki lawan.
Sehingga untuk maju periode kedua nanti, hampir dipastikan Mas Lindra akan memilih calonnya sendiri, tanpa campur tangan dari parpol pengusung.
Lantas, siapa bakal calon wakil bupati yang bakal dipilih? Jika berkaca pada pilkada 2020 lalu di daerah lain. Ketika incumbent maju dan tanpa lawan, wakil yang dipilih biasanya dari nonparpol.
‘’Biasanya incumbent akan mengambil wakil dari unsur birokrasi (pejabat daerah, Red),’’ ujar Hadi—sapaan akrab Sullamul Hadi.
Soal siapa dan dari unsur apa? Hadi enggan untuk berspekulasi. Menurutnya, kemungkinan sang pendamping bisa dari jabatan apa pun.
Lebih lanjut, mantan Ketua Bawaslu Tuban ini menuturkan, alasan dipilihnya unsur birokrasi karena kedekatan dengan incumbent selama menjalankan pemerintahan.
Dengan dipilihnya unsur birokrasi, terang Hadi, bisa semakin mempermudah saat menjalankan pemerintahan di periode berikutnya.
Juga secara politik lebih netral. Sebab, calon dari birokrasi tidak memiliki hubungan dengan parpol dan tidak berisiko ketika disampaikan partai pengusung lain.
‘’Selain itu, wakil dari unsur birokrasi juga tidak perlu cost politik yang tinggi,’’ imbuhnya.
Alasan terakhir yang menguatkan unsur birokrasi sebagai bacawabup, terang Hadi, bisa menilik pada pilkada 2006 lalu.
Ketika itu, incumbent maju di periode kedua memiliki wakil dari unsur birokrasi. ‘’Tahun ini bisa saja seperti itu,’’ tandasnya. (fud/yud)
Editor : Muhammad Azlan Syah