Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sebagai Bacawabup Periode Kedua, Unsur Birokrasi Berpotensi Dampingi Mas Lindra

M. Mahfudz Muntaha • Jumat, 17 Mei 2024 | 15:30 WIB

AJAK SELURUH KOMPONEN BERKOLABORASI: Bupati Aditya Halindra Faridzky memberikan arahan kepada pimpinan OPD, camat, kepala desa/lurah untuk meningkatkan penerimaan PBB-P2.
AJAK SELURUH KOMPONEN BERKOLABORASI: Bupati Aditya Halindra Faridzky memberikan arahan kepada pimpinan OPD, camat, kepala desa/lurah untuk meningkatkan penerimaan PBB-P2.

RADARTUBAN – Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky masih me­nutup rapat siapa bakal calon wakil bupati (ba­­­cawabup) yang akan men­­dampinginya untuk maju di periode kedua­nya.

Spe­kulasi siapa yang bakal mendam­pingi incumbent untuk pe­riode kedua terus ber­munculan.

Alih-alih menjadi pesaing, kini banyak sosok yang berebut menjadi pendam­ping bupati muda yang akrab disapa Mas Lindra tersebut. Hanya saja siapa yang bakal dipilih, hingga saat ini masih teka-teki.

Pengamat politik Sullamul Hadi mengatakan, jika meli­hat kondisi saat ini, incum­bent nyaris dipastikan tidak me­miliki lawan.

Sehingga untuk maju periode kedua nanti, hampir dipastikan Mas Lindra akan memilih ca­lonnya sen­diri, tanpa campur tangan dari parpol pengusung.

Lantas, siapa bakal calon wakil bupati yang bakal dipilih? Jika berkaca pada pilkada 2020 lalu di daerah lain. Ketika in­cumbent maju dan tanpa lawan, wakil yang dipilih biasa­nya dari non­parpol.

‘’Biasanya incumbent akan me­ngam­bil wakil dari unsur birokrasi (pejabat daerah, Red),’’ ujar Hadi—sapaan akrab Sullamul Hadi.

Soal siapa dan dari unsur apa? Hadi enggan untuk ber­­spekulasi. Menurutnya, ke­mungkinan sang pendam­ping bisa dari jabatan apa pun.

Lebih lanjut, mantan Ketua Bawaslu Tuban ini me­nutur­kan, alasan dipilih­nya unsur birokrasi karena kedekatan dengan incum­bent selama menjalankan pemerintahan.

Dengan dipilihnya unsur biro­krasi, terang Hadi, bisa semakin mempermudah saat menjalankan pemerin­tahan di periode berikut­nya.

Juga secara politik lebih netral. Sebab, calon dari bi­ro­krasi tidak memiliki hubungan de­ngan parpol dan tidak berisiko ketika di­sampaikan partai pengu­sung lain.

‘’Selain itu, wakil dari unsur birokrasi juga tidak perlu cost politik yang tinggi,’’ imbuhnya.

Alasan terakhir yang me­nguat­kan unsur birokrasi sebagai bacawabup, terang Hadi, bisa menilik pada pilkada 2006 lalu.

Ketika itu, incumbent maju di pe­riode kedua memiliki wakil dari unsur birokrasi. ‘’Tahun ini bisa saja seperti itu,’’ tan­dasnya. (fud/yud)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Tuban #bupati #bacawabup #pilkada #Aditya Halindra Faridzky #birokrasi