RADARTUBAN - Pengajuan dispensasi perkawinan (diska) di Tuban saat ini didominasi alasan pergaulan bebas dan untuk menghindari zina.
Seperti diketahui, diska adalah surat rekomendasi yang diberikan Pengadilan Agama (PA) untuk calon pengantin yang belum genap berusia 19 tahun.
Berdasarkan data yang masuk di PA Tuban, ada 86 perkara yang menjadi alasan pengajuan diska sejak Januari hingga April 2024. Rincian pengajuan diska meliputi 51 pengajuan karena pergaulan bebas dan 25 untuk menghindari zina.
Selebihnya karena hamil di luar nikah. Tiga alasan tersebut yang sering digunakan masyarakat untuk mengajukan diska.
Humas Pengadilan Agama (PA) Pahrur Raji mengatakan, alasan pergaulan bebas memang paling banyak digunakan sejak satu tahun terakhir. Alasan tersebut banyak ditemukan di kalangan anak-anak di pedesaan.
‘’Mereka satu rumah bertahun-tahun sampai ke sawah bareng, tapi ternyata belum menikah,” ujarnya.
Mirisnya, pergaulan bebas yang kerap terjadi sudah diketahui oleh lingkungan sekitarnya.
Pria asal Banjarmasin tersebut menceritakan banyak masyarakat yang tahu pergaulan bebas itu tapi tidak berani menegur, termasuk orang tua sejoli sendiri.
Lebih lanjut, Raji sapaan akrabnya itu mengungkapkan, pergaulan bebas masyarakat Tuban masih sering dilakukan secara tertutup.
Artinya, anak-anak muda tersebut tidak melakukan di ruang terbuka, seperti yang sering viral di media sosial.
‘’Tapi ya gitu, (melakukan asusila) di rumah si laki-laki atau di rumah perempuan. Makanya tidak terlihat,” ungkapnya.
Selain alasan pergaulan bebas, menghindari zina menjadi alasan kedua yang mendominasi dalam pengajuan dispensasi perkawinan.
Raji menambahkan, alasan menghidari zina biasanya yang mengajukan adalah orang tua dari salah satu calon pengantin. ‘’Ya, agar tidak terjadi lagi makanya minta dispensasi,” lanjut dia.
Bapak tiga anak tersebut menuturkan, kesadaran masyarakat dalam menanggapi hal-hal sensitif seperti itu juga masih sangat kurang. Sehingga, mejadikan mereka yang melakukan perilaku itu merasa biasa saja.
‘’Karena banyak masyarakat kita lebih cuek, tidak mau ikut campur. Jadi mereka biasa saja, meskipun belum menikah,” tandanya. (gi/yud)
Editor : Muhammad Azlan Syah