RADARTUBAN – Pelantikan dan pengukuhan anggota DPRD Tuban terpilih baru akan dilaksanakan pada 24 Agustus mendatang.
Namun, pembentukan fraksi dan alat kelengkapan dewan (AKD) sudah mulai dibahas oleh para partai politik.
Informasi yang dihimpun oleh Jawa Pos Radar Tuban, para pimpinan partai politik yang memiliki keterwakilan anggota dewan mulai rutin menggelar pertemuan. Bahkan, beberapa di antara mulai menyepakati pembentukan fraksi gabungan.
Di antaranya, Partai Demokrat, Partai Persastuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi satu fraksi.
Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Ketua DPC Demokrat Imam Sutiyono membenarkan perihal pertemuan lintas partai politik dengan agenda pembahasan pembentukan fraksi tersebut.
Diakui dia, partainya yang hanya memiliki tiga keterwakilan kursi sudah otomatis membutuhkan partai lain untuk membentuk fraksi. Sebab, setiap fraksi minimal empat anggota.
Hanya saja, parpol mana yang akan digandeng untuk membentuk fraksi, Imam masih enggan untuk membeberkan.
‘’Kami berpeluang membentuk fraksi dengan parpol lain. Tapi soal dengan siapa, kita lihat saja nanti,’’ ujarnya.
Apakah nanti akan bergabung dengan PAN dan PPP, pihaknya tidak menutup kemungkinan tersebut. Sebab, ketiganya sama-sama kurang dari empat kursi.
‘’Kami masih kemungkinan untuk bersama siapa saja,’’ tandasnya.
Terpisah, Sekretaris DPD Golkar Suratmin juga membenarkan ihwal intensitas pertemuan antarpartai di parlemen. Terutama parpol yang jumlah kursinya di bawah empat atau batas minimal satu fraksi.
‘’Untuk pembentukan fraksi gabungan ini parpol bebas, termasuk kalau ada yang mau gabung Golkar pun monggo,’’ terangnya.
Sebagaimana diketahui, pada pemilu lalu, Partai Golkar mendapat 20 kursi DPRD Tuban. Dengan demikian, Partai Golkar tidak sudah lebih dari cukup membentuk fraksi sendiri. (fud/tok)
Editor : Muhammad Azlan Syah