Tidak ingin hanya menjadi penonton yang hanya scroll layar ponsel. TikTok dimanfaatkan Berlin Berlian Italiana Widodo untuk mencari tambahan uang jajan untuk sekolahnya dengan cara menjadi reviewer kuliner.
MEDIA sosial (medsos) ibarat dua mata pisau. Bakal berbahaya bagi yang tidak tahu cara memanfaatkanya. Sebaliknya, bakal bermanfaat bagi yang bisa memanfaatkannya.
Bagi Berlin Berlian Italiana Widodo, medsos dimaksimalkan untuk hal bermanfaat.
Dia juga membuktikan bahwa menghasilkan cuan dari internet tidak terbatas pada orang-orang di kota Metropolitan.
Bahkan, dia yang tinggal di pinggiran Tuban pun juga bisa melakukan hal yang sama.
Konsisten menciptakan konten kuliner yang inspiratif dan menghibur menjadi kunci gadis yang akrab disapa Ibeng ini terkenal di platform medsos buatan Tiongkok tersebut.
Bahkan saat ini, dia sudah memiliki pengikut sebanyak lima ratus ribu orang.
Motivasi utama menjadi TikToker datang dari dukungan teman-temannya yang mendorong untuk membagikan video makanan melalui akun TikTok.
Selain teman-temannya, Ibeng juga mengaku dapat dukungan dari orang tuanya berupa fasilitas ngonten.
’’Sayang kalau tidak konsisten, karena banyak dukungan dari orang-orang terdekat,” ujar dia.
Awal mula Ibeng menekuni dunia konten dimulai dari coba-coba. Persisnya saat 2021, dia mulai ngonten untuk seru-seruan.
Diawali dengan membuat cerita dan point of view (pov) hingga ada yang for your page (fyp) atau trending di medsos tersebut.
‘’Tapi saat itu kurang konsisten,’’ ujar pelajar asal SMAN 1 Tambakboyo itu.
Kemudian Januari 2024, dia mulai membuat konten makan di sekolah. Perempuan usia 17 tahun ini mengatakan, konten makan tersebut menghasilkan insight tinggi hingga fyp dan mengundang 11 ribu orang untuk jadi pengikutnya.
’’Sekarang Alhamdulillah jadi menekuni konten kuliner, khususnya sarapan di sekolah dan jajan random,” ujar dia.
Konten yang dibuat oleh perempuan asal Kecamatan Tambakboyo itu semakin digemari para pengikutnya.
Bahkan salah satu videonya telah ditonton lebih 35 juta orang. Buah dari konsistennya, banyak brand yang menawarkan endorsement hingga hasilkan jutaan rupiah dalam sebulan.
Dia juga memberikan tips untuk konten kreator pemula, dengan membuat konten sesuai hobi agar ngejalaninya senang. Selain itu juga harus konsisten dalam prosesnya.
Selama menjadi konten kreator, Ibeng menemukan banyak pengalaman baru, seperti mengedit dan mencoba berbagai jajanan baru.
’’Saya jadi menyadari jika ada peluang besar untuk berkembang dibidang ini,” kesannya. (*/yud)
Editor : Muhammad Azlan Syah