KASUS pelecehan seksual yang dilakukan oknum fotografer di Jember saat ini viral dan menjadi perbincangan kalangan pengguna media sosial (medsos).
Kelakuan bejat oknum fotografer berinisial AP asal Jember itu akhirnya terbongkar setelah diungkap oleh Eka Millennia, model asal Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.
Kasus tersebut terungkap usai cewek yang akrab disapa Millen ini speak up melalui instastory. Model asal Tuban itu nyaris jadi korban dengan modus ditawari sesi pemotretan.
Awal mula Millen membongkar modus fotografer cabul itu saat pertengahan Maret lalu. Dirinya mendapat pesan melalui DM Instagram dari pelaku yang menawarinya untuk foto studio di studio foto miliknya.
Mulanya tidak ada kejanggalan dari pesan yang dikirimkan oleh pelaku. Kejanggalan bermula saat AP meminta komunikasi berlanjut di Whatsapp.
Saat itu, pelaku sering menghubungi Millen tengah malam. Puncaknya, pelaku melalui Whatsapp memaksa gadis 23 tahun itu untuk pemotretan menggunakan dress hitam yang seksi.
AP kemudian mengomentari foto yang dikirimi Millen dengan kata-kata vulgar. Menurut pengakuan dari Millen, AP sempat meminta berfoto vulgar namun ditolak dengan tegas.
‘’Saya hanya menerima foto yang masih dalam batas normal,’’ jelasnya.
Setelah itu kemudian AP terus membujuk Millen agar mau dijemput untuk foto sesi di studio miliknya.
Kelakuan aneh si fotografer itu lantas diunggah ke medsos Millen hingga memancing korban lain untuk bersuara.
‘’Ternyata banyak korban lain yang curhat sudah dilecehkan hingga diperkosa,’’ lanjutnya.
Setelah itu kemudian Millen izin kepada para korbannya untuk membongkar kedok dari oknum fotografer cabul itu di media sosial pribadinya. Tujuannya, agar tidak ada korban selanjutnya.
‘’Kebanyakan korban tidak mau speak up karna ketakutan dan mendapat ancaman dari pelaku,’’ ungkap dia.
Bahkan ada pula salah satu korban yang bersaksi ke Millen telah dipaksa foto bugil dan menuruti nafsu birahinya.
Rata-rata korbannya cewek yang baru lulus sekolah yang masih polos. Lebih dari 30 korban kini bersatu membentuk grup WhatsApp dan kemudian melaporkan AP ke polres setempat.
Melalui kasus tersebut, Millen berharap tak ada lagi modus serupa yang digunakan para fotografer untuk memanfaatkan kesempatan. ‘’Semoga pelaku mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya,’’ harap dia. (an/yud)
Editor : Muhammad Azlan Syah