Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Salwa, Mahasiswi Double Degree di Turki yang Tidak Diterima SNBP dan Sempat Tunda Kuliah Setahun

Aan Vera Andriana • Minggu, 26 Mei 2024 | 14:00 WIB

MEMBANGGAKAN: Salwa saat mengunjungi Masjid Raya Hagia Sophia di Turki.
MEMBANGGAKAN: Salwa saat mengunjungi Masjid Raya Hagia Sophia di Turki.
Sejak SMP, Khadijah Salwa berkeinginan untuk kuliah di luar negeri. Melalui cerita ibunya tentang seorang anak yang sekolah di Turki dengan beasiswa Tahfidz, dia yang saat itu masih kelas 12 mulai mencari tahu tentang pendidikan di Turki.

MELALUI internet, alumnus MAN 1 Tuban itu menemukan informasi beasiswa salah satu Universitas di Turki yang dibiayai oleh pemerintah Turki. Dia merasa beasiswa tersebut menarik untuk dicoba.

‘’Saat aku cari-cari, ternyata aku menemukan beasiswa yang dibiayai pemerintah Turki,’’ ungkapnya.

Meski awalnya tidak pernah terbesit pikiran untuk kuliah di Turki, Salwa yang saat itu belum lulus sekolah mencoba mendaftar.

Dia memasukkan nilai dari semester satu hingga lima. Namun, percobaan pertamanya belum berhasil.

‘’Aku mulai tertarik untuk terus mencoba,” kata dia.

Saat masih kelas XII, gadis berparas cantik tersebut masuk golongan siswa eligible untuk mengikuti seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP).

Namun lagi-lagi dia dinyatakan tidak lolos. Akhirnya, gadis asal Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban tersebut memilih untuk beristirahat di rumah satu tahun.

Tak ingin menyerah, Salwa mengincar beasiswa sama yang sempat menolaknya di tahun sebelumnya.

Dia mengisi waktu gap year tersebut untuk memperdalam bahasa Inggris di Kampung Inggris Pare dan belajar bahasa Turki.

‘’Semua aku persiapkan untuk modal mendapatkan beasiswa,’’ kenang dia.

Selain itu, dia juga mengikuti kelas mentoring, mengembangkan diri, untuk memaksimalkan persiapannya mengikuti beasiswa di tahun ajaran berikutnya.

Saat program Beasiswa Pemerintah Turki kembali dibuka, Salwa mencoba memasukkan berbagai prestasinya di applicationletteruntuk menunjang penilaian.

Meski sudah disiapkan dengan totalitas, dia kembali mendapatkan kegagalan.

Berkali-kali gagal, tak membuat gadis bermarga Ba’agil itu putus semangat. Dia memiliki rencana kedua, yakni langsung tes ke kampus yang diincar meski tidak melalui jalur beasiswa.

Melalui tes tersebut, akhirnya Salwa lolos sebagai mahasiswi Psikologi Perkembangan Anak di Istanbul University, PTN terbaik nomor satu di Turki yang berdiri sejak 1453 Masehi.

Tak puas di situ, Salwa menjalankan kuliah double degree di negara Transkontinetal tersebut.

Dia mengambil kuliah di universitas lain yakni Dokuz Eylul University dengan jurusan Sosiologi.

‘’Karena sayasudah gap year, udah telat sekolahnya. Jadi mencoba menjalankan kuliah di dua universitas sekaligus,’’ ungkap dia.(an/yud)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#luar negeri #MAN 1 Tuban #TURKI #SNBP #kuliah