RADARTUBAN – Supplier material proyek jalan lingkar selatan (JLS) Tuban segmen dua kembali diuji kesabarannya.
Sediannya, sisa pelunasan tunggakan material tahap pertama sebesar Rp 40 juta dibayarkan pekan lalu. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan.
Sebagaimana diketahui, kontraktor JLS, PT Restu Cipta Mulia Mandiri menjanjikan pelunasan material sebesar Rp 300 juta secara bertahap selama tiga bulan.
Dimulai Mei hingga Juli nanti. Per bulan masing-masing Rp 100 juta. Namun, pada tahap pertama bulan Mei ini, PT Restu Cipta Mulia Mandiri baru membayar Rp 60 juta.
‘’Awalnya, PT Restu berjanji akan melunasi sisa pembayaran tahap pertama pekan lalu, tapi saat ini belum ada pembayaran, kami masih menunggu,’’ kata salah satu supplier material, Hamim, kemarin (27/5).
Disampaikan Hamim, sejak pelunasan tahap pertama Rp 60 juta pada 15 Mei lalu, sampai saat ini belum ada kabar lagi dari PT Restu.
Namun, pihaknya masih percaya bahwa PT Restu akan segera melakukan pelunasan sisa pembayaran tahap pertama sebelum akhir bulan ini.
‘’Meski sudah lewat deadline, kami masih percaya PT Restu akan segera melakukan pelunasan. Maksimal sebelum akhir bulan ini,’’ ujarnya.
Terpisah, Direktur PT Restu Cipta Mulia Mandiri Heru Budiarto saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pelunasan tunggakan material tahap pertama baru Rp 60 juta, sehingga masih ada sisa Rp 40 juta.
Namun, saat ditanya kepastian pelunasan pembayaran tahap pertama tersebut, Heru belum bisa memberikan kepastian. (an/tok)
Editor : Muhammad Azlan Syah