Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Luas Panen Padi di Tuban Berkurang 3.346 Hektar

M. Mahfudz Muntaha • Jumat, 31 Mei 2024 | 15:30 WIB
Terlalu banyak air pasca irigasi bermasalah justru bikin padi kontet.
Terlalu banyak air pasca irigasi bermasalah justru bikin padi kontet.

RADARTUBAN – Kemarau panjang membuat luas panen padi di Tuban mengalami penu­runan signifikan.

Meski El Nino sudah resmi diumum­kan berakhir kemarin (30/5), namun fe­nomena alam yang terjadi setahun terakhir itu dampaknya cukup dirasakan petani.

Badan Pusat Statistik (BPS) Tuban mencatat luas tanam sawah berkurang dari 106.­341 hektar (2022) menjadi 102.995 hektare pada 2023.

Praktis, penurunan luas ta­nam ini memengaruhi pro­duksi padi dari 661.292 ton menjadi 640.547 per tahun. Berkurangnya 20.745 ton.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Per­ika­nan (DKPPP) Tuban Eko Julianto membenarkan tu­runnya jumlah panen padi tahun ini disebabkan berku­rangnya luas tanam padi.

Seperti diketahui, El Nino memicu kemarau menjadi lebih panjang. Akibanya, Ok­tober yang seharusnya sudah memasuki masa ta­nam harus molor hingga awal Desember.

‘’Membuat masa tanam mo­lor, kalaupun ada yang tanam banyak yang ter­ganggu karena El Nin,’’ ujarnya.

Eko menjelaskan, kemarau panjang membuat petani beralih dari padi menjadi tanam jagung. Sehingga selama 2023 produksi jagung mengalami peningkatan.

Dari 774. 322 ton pada 2022 meningkat menjadi 788.477 ton (2023. ‘’Karena pengai­ran kurang, jadi petani lebih memilih jagung,’’ imbuhnya.

Mantan Kepala Dinas So­sial Pemberdayaan Perem­puan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan desa (Dinsos P3A PMD) Tuban ini menga­takan, pro­duksi padi yang turun bukan hanya di Tuban saja. Namun juga secara nasional.

Sehingga tahun ini, peme­rintah secara nasional ingin meningkatkan luas tanam, luas panen, dan produksi padi agar kembali mening­kat. Tanpa terkecuali di Tu­ban.

‘’Maka tahun ini banyak bantuan dari pemerintah pusat untuk pe­ningkatan menambah luas tanam dan produksi padi seperti trak­tor,’’ bebernya.

Strategi lain untuk mening­katkan luas tanam yakni de­ngan memetakan di dae­rah mana saja ada air bawah tanah. Lalu memastikan apa­kah lokasi dekat sungai dan dekat be­ngawan. Tu­juan­nya untuk menambah pengairan di tanah tersebut.

‘’Dari pemerintah pusat sudah menyiapkan bantuan pompa air untuk wilayah yang ada pompa airnya,’’ kata dia. (fud/yud)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Tuban #padi #panen #berkurang #EL Nino #hekataran lahan #kemarau