RADARTUBAN – Kemarau panjang membuat luas panen padi di Tuban mengalami penurunan signifikan.
Meski El Nino sudah resmi diumumkan berakhir kemarin (30/5), namun fenomena alam yang terjadi setahun terakhir itu dampaknya cukup dirasakan petani.
Badan Pusat Statistik (BPS) Tuban mencatat luas tanam sawah berkurang dari 106.341 hektar (2022) menjadi 102.995 hektare pada 2023.
Praktis, penurunan luas tanam ini memengaruhi produksi padi dari 661.292 ton menjadi 640.547 per tahun. Berkurangnya 20.745 ton.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Tuban Eko Julianto membenarkan turunnya jumlah panen padi tahun ini disebabkan berkurangnya luas tanam padi.
Seperti diketahui, El Nino memicu kemarau menjadi lebih panjang. Akibanya, Oktober yang seharusnya sudah memasuki masa tanam harus molor hingga awal Desember.
‘’Membuat masa tanam molor, kalaupun ada yang tanam banyak yang terganggu karena El Nin,’’ ujarnya.
Eko menjelaskan, kemarau panjang membuat petani beralih dari padi menjadi tanam jagung. Sehingga selama 2023 produksi jagung mengalami peningkatan.
Dari 774. 322 ton pada 2022 meningkat menjadi 788.477 ton (2023. ‘’Karena pengairan kurang, jadi petani lebih memilih jagung,’’ imbuhnya.
Mantan Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan desa (Dinsos P3A PMD) Tuban ini mengatakan, produksi padi yang turun bukan hanya di Tuban saja. Namun juga secara nasional.
Sehingga tahun ini, pemerintah secara nasional ingin meningkatkan luas tanam, luas panen, dan produksi padi agar kembali meningkat. Tanpa terkecuali di Tuban.
‘’Maka tahun ini banyak bantuan dari pemerintah pusat untuk peningkatan menambah luas tanam dan produksi padi seperti traktor,’’ bebernya.
Strategi lain untuk meningkatkan luas tanam yakni dengan memetakan di daerah mana saja ada air bawah tanah. Lalu memastikan apakah lokasi dekat sungai dan dekat bengawan. Tujuannya untuk menambah pengairan di tanah tersebut.
‘’Dari pemerintah pusat sudah menyiapkan bantuan pompa air untuk wilayah yang ada pompa airnya,’’ kata dia. (fud/yud)
Editor : Muhammad Azlan Syah