RADARTUBAN – Suporter Persatu Tuban kembali bergerak. Terbaru, suporter dari Ronggomania dan Tuban Sud Legione (TSL) sepakat membentuk aliansi demi “menyelamatkan” Persatu.
Kedua jaringan suporter itu bakal mendesak para pemegang saham agar melepas seluruh sahamnya dan mengembalikan Persatu menjadi milik publik.
Tatas Murdiono, perwakilan aliansi suporter mengatakan, dibentuknya aliansi suporter ini karena Persatu yang diurus para pemegang saham PT Persatu Tuban Putra itu semakin tidak jelas.
‘’Itu yang membuat kami geram hingga sepakat membentuk aliansi untuk bergerak bersama-sama menyelamatkan Persatu,’’ katanya.
Menurut Tatas, sampai saat ini nasib Persatu seakan digantung oleh para pemegang saham. Seperti saat mengarungi Liga 3 tahun lalu, suporter diberikan keleluasaan untuk mengelola Persatu, tapi sifatnya hanya sementara.
‘’Ini ibarat kendaraan, pemilik kendaraan hanya meminjami kendaraan, namun semua operasional seperti BBM dan lain-lain adalah tanggung jawab seorang yang dipinjami.
Ketika yang dipinjami sudah tak mampu membawa ke tujuan diminta untuk mengembalikan. Persatu sedang tidak baik baik saja,’’ ujarnya.
Berangkat dari kondisi Persatu yang tidak baik-baik saja itulah, lanjut Tatas, gabungan suporter berharap agar pemilik saham bersedia melepas Persatu ke Askab PSSI Tuban tanpa syarat apa pun.
‘’Dulu, Persatu itu milik publik, sekarang harus dikembalikan ke publik lagi,’’ pintanya.
Terpisah, Direktur Persatu Fahmi Fikroni menyesalkan langkah suporter yang seakan menyudutkan para pemegang saham.
Disampaikan Roni—Fahmi Fikroni, semestinya para suporter tidak perlu membuat petisi.
‘’Apalagi sampai menyuruh para pemegang saham agar mengembalikan Persatu ke pemkab, emang kapan pemkab punya saham di Persatu,’’ ujarnya.
Roni berharap, para suporter bisa menjalin komunikasi dengan baik. Sebab, terang dia, banyak yang tidak faham terkait mekanisme Persatu.
‘’Kalau temen-temen ngomong dengan baik-baik pasti akan saya bantu,’’ ujarnya.
Seperti halnya tahun lalu, terang Roni, ketika suporter ingin menakhodai Persatu, pihaknya pun siap bertanda tangan untuk menyerahkan sepenuhnya.
‘’Kami tidak akan pernah mempersulit siapa pun, justru kami akan membantu,’’ ujarnya menjamin, ‘’dan saya juga ikhlas untuk menyerahkan saham saya nol rupiah (tanpa membayar). Yang penting Persatu bisa ikut kompetisi,’’ tutupnya. (fud/tok)
Editor : Muhammad Azlan Syah