Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jadi Tren Ibu Muda di Medsos, ASI Bubuk Belum Diketahui Dampaknya

Hardiyati Budi Anggraeni • Selasa, 4 Juni 2024 | 14:30 WIB
Ilustrasi Ibu memberikan ASI untuk anaknya
Ilustrasi Ibu memberikan ASI untuk anaknya

RADARTUBAN- Jagat maya kembali dihebohkan dengan tren nye­leneh. Mengubah air susu ibu (ASI) menjadi bubuk dengan cara mandiri di rumah.

Tren itu semakin booming setelah seorang ibu yang sekaligus selebritis media sosial mem­viral­kan ASI bubuk tersebut.

Beberapa pertanyaan pun langsung muncul. Apakah aman untuk bayi? Apakah tidak mengurangi kelebihan pada ASI? Meski, ASI bubuk diklaim jadi cara praktis bagi ibu pekerja yang masih menyusui.

Namun faktanya, ASI bubuk yang dibuat dengan metode freeze-drying atau pengeringan beku ini belum teruji keamanannya.

Dokter spesialis anak Marini Sartika Dewi mengatakan, hing­ga saat ini belum ada pan­duan resmi terkait ASI bubuk.

Baik dari World Health Organi­sation (WHO) maupun Food dan Drug Administration (FDA), belum menyatakan ASI olahan itu aman dikonsumsi bayi.

‘’WHO tetap menekankan ASI yang langsung dari ibu adalah sumber nutrisi terbaik untuk bayi,” katanya.

Dokter yang juga konselor ASI ini menjelaskan, ASI bubuk ten­tu akan mengurangi kadar nutrisi penting yang terkandung dalam ASI.

Antara lain antibodi dan hormon. Kedua nutrisi ini sangat dibutuhkan bayi dalam masa pertumbuhan serta sistem kekebalan tubuh pada bayi.

Selain itu, ASI bubuk juga be­lum memiliki bukti kan­dungan gizi ASI dan keamanan dari virus dan juga bakteri.

‘’Sampai saat ini belum ada penelitian apakah freeze-drying ASI memiliki rasio protein, lemak, karbohidrat yang tepat sebagai sumber penting yang dibutuhkan bayi,” ujarnya.

Lulusan Fakultas Kedok­teran Universitas Dipone­goro (Un­dip) ini menje­las­kan, patut dipa­stikan tingkat keama­nan kan­­­dungan pada ASI me­lalui banyak peneli­tian.

Meski ASI bubuk diklaim dapat menjadi inovasi pada ibu pe­kerja dan ibu yang mem­pro­duksi ASI berlebih.

‘’Tentu perlu dilakukan ba­nyak penelitian. Hal ini untuk me­mastikan jika ASI bubuk bukan hanya inovasi, tetapi juga aman dan efektif untuk tumbuh kem­bang bayi dan juga anak-anak yang me­ngon­­sum­sinya,” jelasnya.

Meski dirasa lebih praktis, pem­berian ASI bubuk kepada anak tetap tidak dianjurkan. Solusi bagi ibu pekerja yang masih menyusui adalah pem­berian ASI perah (ASIP).

Mem­be­rikan ASIP atau ASI eks­klu­sif yang lang­sung dimi­num bayi akan dirasa lebih aman dari ASI olahan apa pun.

Dokter bertempat ting­gal di Jalan Wa­hidin Sudi­ro­­huso­do Tu­ban ini me­­­­nga­­ta­kan, mi­num ASI se­cara lang­­sung sangat dire­ko­men­­da­sikan agar ter­jalin kon­­tak erat anta­ra ibu dan anak.

‘’Me­­­­­to­de ini dapat me­­­num­­buh­­kan rasa aman dan me­ning­k­atkan ika­tan an­tara orang tua dan juga anak,” te­gas­nya. (gi/yud)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Bubuk #medos #asi #Dampaknya #tren #nyeleneh #ibu muda