RADARTUBAN- Jagat maya kembali dihebohkan dengan tren nyeleneh. Mengubah air susu ibu (ASI) menjadi bubuk dengan cara mandiri di rumah.
Tren itu semakin booming setelah seorang ibu yang sekaligus selebritis media sosial memviralkan ASI bubuk tersebut.
Beberapa pertanyaan pun langsung muncul. Apakah aman untuk bayi? Apakah tidak mengurangi kelebihan pada ASI? Meski, ASI bubuk diklaim jadi cara praktis bagi ibu pekerja yang masih menyusui.
Namun faktanya, ASI bubuk yang dibuat dengan metode freeze-drying atau pengeringan beku ini belum teruji keamanannya.
Dokter spesialis anak Marini Sartika Dewi mengatakan, hingga saat ini belum ada panduan resmi terkait ASI bubuk.
Baik dari World Health Organisation (WHO) maupun Food dan Drug Administration (FDA), belum menyatakan ASI olahan itu aman dikonsumsi bayi.
‘’WHO tetap menekankan ASI yang langsung dari ibu adalah sumber nutrisi terbaik untuk bayi,” katanya.
Dokter yang juga konselor ASI ini menjelaskan, ASI bubuk tentu akan mengurangi kadar nutrisi penting yang terkandung dalam ASI.
Antara lain antibodi dan hormon. Kedua nutrisi ini sangat dibutuhkan bayi dalam masa pertumbuhan serta sistem kekebalan tubuh pada bayi.
Selain itu, ASI bubuk juga belum memiliki bukti kandungan gizi ASI dan keamanan dari virus dan juga bakteri.
‘’Sampai saat ini belum ada penelitian apakah freeze-drying ASI memiliki rasio protein, lemak, karbohidrat yang tepat sebagai sumber penting yang dibutuhkan bayi,” ujarnya.
Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) ini menjelaskan, patut dipastikan tingkat keamanan kandungan pada ASI melalui banyak penelitian.
Meski ASI bubuk diklaim dapat menjadi inovasi pada ibu pekerja dan ibu yang memproduksi ASI berlebih.
‘’Tentu perlu dilakukan banyak penelitian. Hal ini untuk memastikan jika ASI bubuk bukan hanya inovasi, tetapi juga aman dan efektif untuk tumbuh kembang bayi dan juga anak-anak yang mengonsumsinya,” jelasnya.
Meski dirasa lebih praktis, pemberian ASI bubuk kepada anak tetap tidak dianjurkan. Solusi bagi ibu pekerja yang masih menyusui adalah pemberian ASI perah (ASIP).
Memberikan ASIP atau ASI eksklusif yang langsung diminum bayi akan dirasa lebih aman dari ASI olahan apa pun.
Dokter bertempat tinggal di Jalan Wahidin Sudirohusodo Tuban ini mengatakan, minum ASI secara langsung sangat direkomendasikan agar terjalin kontak erat antara ibu dan anak.
‘’Metode ini dapat menumbuhkan rasa aman dan meningkatkan ikatan antara orang tua dan juga anak,” tegasnya. (gi/yud)
Editor : Muhammad Azlan Syah