TUBAN – Ada yang mengagetkan, tapi bukan petasan. Itulah yang dirasakan para pedagang di Pasar Baru Tuban beberapa hari ini. Retribusi kios yang sebelumnya antara Rp 50-80 ribu per bulan, kini naik dua kali lipat lebih.
Berdasar penuturan para pedagang, retribusi kios ukuran 5x4 meter yang sebelumnya Rp 84 ribu naik menjadi Rp 210 per bulan.
Sedangkan untuk ukuran 3x4 meter, yang sebelumnya Rp 50 ribu menjadi Rp 126 ribu Naik hampir 150 persen.
‘’Kami belum pernah mendapat sosialisasi, tapi tiba-tiba naik dua kali lipat lebih,’’ ujar salah satu pedagang menyikapi kenaikan retribusi yang signifikan tersebut.
Secara pribadi, dia mengaku keberatan. Selain tidak mendapat pemberitahuan sebelumnya, kenaikan retribusi kios ini juga dinilai teralalu drastis.
‘’Apalagi, kondisi pasar tradisional saat ini cukup sepi,’’ ujarnya sekaligus berharap kenaikan tarif retribusi kios yang siginifikan itu direvisi, atau ditunda dulu.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Baru Tuban Agus Abdullah Ubaidi membenarkan bahwa sosialisasi kenaikan tarif retribusi ini sangat minim. Karena itu, tidak heran para pedagang kaget dan sambat.
‘’Sepengetahuan saya memang ada sosialisasi, tapi hanya kepada pengurus paguyuban. Itu pun hanya lima orang,’’ ujarnya.
Agus menyadari bahwa pengurus paguyuban dijadikan perantara untuk menyosialisasikan kenaikan retribusi tersebut.
Namun, pihaknya enggan melakukan sosialisasi. ‘’Kami diminta menyosialisasikan kepada para pedagang, ini sama halnya mengadu domba pengurus paguyuban dengan pedagang,’’ ujarnya.
Agus mengaku sudah menyampaikan keberatan itu kepada perwakilan pejabat dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban.
Dia meminta agar koordinator pasar dari diskopumdag membuat selebaran atau melakukan sosialisasi sendiri, tapi usulan itu tidak pernah ditindaklanjuti.
Menyikapi aturan yang sudah terlanjur diberlakukan tersebut, paguyuban akan menggelar pertemuan dengan seluruh pedagang Pasar Baru Tuban.
‘’Akan kami bahas bersama dengan para pedagang untuk mencari solusi,’’ tandasnya.(fud/tok)
Editor : Muhammad Azlan Syah