Kamis, 20 Juni mendatang, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky memimpin Bumi Ronggolawe genap tiga tahun. Meski dalam waktu yang cukup singkat, banyak capaian yang berhasil diraih.
PEMBANGUNAN infrastruktur, mulai dari jalan, drainase, public space, RTH, penerangan jalan, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, angkutan pelajar gratis merupakan sebagian yang telah dilakukan Pemkab Tuban dibawah kepemimpinan bupati yang akrab disapa Mas Lindra tersebut.
berbagai upaya tersebut merupakan langkah yang diambil oleh Mas Lindra untuk mewujudkan Tuban yang nyaman tinggal bagi seluruh warga Tuban.
Tak kalah membanggakan, capaian reformasi birokrasi dan SPBE (sistem pemerintah berbasis elektronik) juga turut meningkat tajam.
Foto dan infografis lainnya klik disini
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Tuban Drs. Joko Sarwono mengatakan, banyak peningkatan capaian yang patut disyukuri selama tiga tahun terakhir.
‘’Mas Lindra tidak hanya sekadar membangun infrastruktur lalu selesai. Tapi beliau berharap setiap pembangunan yang dilakukan berdampak positif bagi masyarakat,’’ tegas dia.
Pembangunan berbagai infrastruktur tersebut, kata Joko, diharapkan membawa banyak manfaat. Seperti pembangunan jalan diharapkan semakin menguatkan konektivitas antarwilayah, sehingga mobilisasi masyarakat semakin mudah.
‘’Pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) bisa memunculkan rasa aman saat berkendara sehingga aktivitas malam hari seperti berjualan bisa lancar,’’ ungkap dia.
Joko menuturkan, pembangunan fasilitas umum sejak tiga tahun terakhir juga menjadi komitmen pemerintah daerah menciptakan lingkungan yang nyaman bagi masyarakat.
Meliputi revitalisasi fasilitas umum seperti Alun-alun, Taman Sleko, Tuban Abirama, Taman Hutan Kota Abhipraya, GOR Rangga Jaya Anoraga, RTH Singgahan dan Jatirogo.
Pembangunan ruang publik yang didesain menjadi lebih terbuka supaya ada titik kumpul baru bagi masyarakat Tuban.
Sesuai pesan Mas Lindra yang berharap masyarakat Tuban bisa berpikir lebih terbuka dan lebih luas, layaknya fasilitas umum yang dibangun tersebut.
‘’Melalui fasilitas umum tersebut, perputaran ekonomi masyarakat bisa meningkat pesat,’’ tegas dia.
Mantan Plt kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban itu yakin ada banyak multiplier effect dari setiap pembangunan dan revitalisasi fasilitas publik yang dilakukan Mas Lindra.
‘’Apalagi Mas Lindra tidak hanya membangun, namun juga rutin menggelar event berkala sehingga manfaatnya dirasakan oleh banyak pihak,’’ ungkap dia.
Joko menegaskan, setiap perencanaan pembangunan di Kabupaten Tuban benar-benar direncanakan secara matang. Sehingga selalu ada manifestasi yang luar biasa di setiap pembangunan.
‘’Tiga tahun bukanlah waktu yang lama untuk membuat perubahan. Tapi ditangan Bupati Mas Lindra, tiga tahun sudah bisa membuat orang sadar bahwa Tuban sudah berubah,’’ tegas dia.
Tak kalah penting, Bappeda Litbang Tuban terus berkomitmen menumbuhkan iklim inovasi di masyarakat. Antara lain melalui Tuban Berinovasi (Tubernova) dan Tuban Tekno Inkubasi Inovasi yang dibuka untuk perangkat daerah dan masyarakat.
‘’Tidak hanya kuantitas, inovasi yang diciptakan juga harus berkualitas,’’ ungkap dia.
Mantan asisten pemerintahan, kesejahteraan rakyat Setda Tuban ini mengungkapkan kebanggaannya karena selama tiga tahun berturut-turut inovator Tuban selalu menjadi yang terbaik di Inotek Award, kompetisi tingkat Jawa Timur.
‘’Semoga tahun ini, inovator Tuban kembali membanggakan di level provinsi dan nasional,’’ harap dia.
Bagi masyarakat pemenang Tubernova, inovasinya akan diikutkan dalam Inotek Award Provinsi Jawa Timur dan mendapatkan fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Sedangkan, bagi perangkat daerah pemenang Tubernova akan diikutkan ke Inotek Award Provinsi Jawa Timur dan IGA (Innovative Government Award).
Sementara itu, saat menemui para inovator dalam acara Tuban Tekno 2023, Bupati Tuban Mas Lindra mengapresiasi kerja keras para inovator.
Menurutnya, Bappeda Litbang Tuban yang turut memberikan pendampingan Inkubasi Inovasi melalui kelas-kelas pembelajaran, berhasil mendukung transformasi ide menjadi inovasi yang berdaya guna.
Menurut Mas Lindra, para inovator bisa menjadi pelopor di masyarakat dengan menciptakan inovasi yang peka terhadap potensi di lingkungan sekitar.
‘’Para inovator ini dapat menjadi penggerak utama dalam menciptakan perubahan positif, mendorong kreativitas, dan berkolaborasi dalam menghadapi tantangan. Sehingga inovasi yang dihasilkan mampu memberikan dampak nyata,” tutur dia.
Mantan anggota DPRD Jatim ini juga memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang memiliki kepekaan terhadap inovasi.
Terutama terkait tiga tema utama yang diusung Pemkab Tuban dalam Tubernova, yakni inovasi bidang ekonomi, inovasi non-ekonomi, dan inovasi di bidang aplikasi dan website.
Dia berharap, inovasi-inovasi ini dapat diaplikasikan secara nyata dan menjadi dasar untuk lahirnya ide-ide inovatif baru yang mampu memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.(yud)
Editor : Muhammad Azlan Syah