Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jasa Hias Hantaran dan Mahar di Tuban Banjir Orderan

Hardiyati Budi Anggraeni • Selasa, 18 Juni 2024 | 15:00 WIB
MENINGKAT: Pelaku usaha jasa hias hantaran dan mahar menunjukkan salah satu bingkisan yang ramai pesanan.
MENINGKAT: Pelaku usaha jasa hias hantaran dan mahar menunjukkan salah satu bingkisan yang ramai pesanan.

RADARTUBAN – Saat musim pernikahan seperti sekarang ini, jasa hias mahar dan hantaran menjadi salah satu bisnis yang cukup menjanjikan.

Dzulhijah atau bulan Besar dalam penanggalan Jawa yang sering dipilih orang untuk melang­sungkan per­nikahan menjadi salah satu mo­mentum bisnis ini mendapat cuan.

Senja Himaya, salah satu pebisnis jasa hias mahar mengaku menerima banjir orderan sejak sebulan lalu.

Dia bahkan harus menolak beberapa pesa­nan lan­taran kekurangan tenaga untuk mem­bantu usa­hanya.

‘’Saya hanya mampu membuat 32 boks seserahan dan 5 mahar untuk bulan ini karena saya lakukan sendiri,” katanya.

Pelaku usaha jasa penghias hantaran dan mahar kebanjiran pembeli karena masih melekatnya keper­cayaan masya­rakat terhadap bulan tertentu yang dianggap baik untuk menikah.

Ba­nyaknya permintaan jasanya itu membuat om­setnya juga mening­kat.

Jika di bulan biasa hanya mendapatkan Rp 1-2 Juta, bulan ini bisa meningkat dua kali lipatnya. Jenis han­ta­ran yang di­ta­war­kan pun cu­kup be­ragam.

Untuk harga hantaran ber­kisar mulai dari harga Rp 55 ribu hing­­ga Rp 100 ribu.

Sedangkan untuk har­ga jasa hias mahar mulai dari Rp 285 ribu. Sesuai dengan bahan dan model yang di­inginkan oleh pemesan.

‘’Dise­suaikan dengan boks dan juga hiasan pada hantaran atau mahar itu,” terangnya.

Momentum peningkatan order selama bulan nikah ini, juga dirasakan oleh Nur­ni Tri Setia Agustin.

Pelaku usaha di Kelurahan Latsari ini mengaku men­dapatkan omzet hingga 3 kali lipat dari bulan biasa. ‘’Biasanya bisa dibawah Rp 1 Juta.

Apalagi saat bulan yang diper­caya tidak boleh menikah, itu bisa sama sekali tidak ada order,” katanya.

Gadis berusia 25 tahun terse­but me­ngung­kapkan, model han­taran ataupun mahar yang dia buat biasanya ber­da­sarkan pesanan dari pem­­­belinya.

Hal ini me­nyesuaikan dengan konsep pernikahan yang digunakan oleh pengan­tin.

‘’Biasa­nya me­mang ada yang request mau bung­kusnya war­na apa, atau hiasan­nya di do­mi­nasi warna apa,” je­­las dia. (gi/yud)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#hantaran #menikah #bisnis #Jasa #mahar #pernikahan #banjir orderan