RADARTUBAN – Saat musim pernikahan seperti sekarang ini, jasa hias mahar dan hantaran menjadi salah satu bisnis yang cukup menjanjikan.
Dzulhijah atau bulan Besar dalam penanggalan Jawa yang sering dipilih orang untuk melangsungkan pernikahan menjadi salah satu momentum bisnis ini mendapat cuan.
Senja Himaya, salah satu pebisnis jasa hias mahar mengaku menerima banjir orderan sejak sebulan lalu.
Dia bahkan harus menolak beberapa pesanan lantaran kekurangan tenaga untuk membantu usahanya.
‘’Saya hanya mampu membuat 32 boks seserahan dan 5 mahar untuk bulan ini karena saya lakukan sendiri,” katanya.
Pelaku usaha jasa penghias hantaran dan mahar kebanjiran pembeli karena masih melekatnya kepercayaan masyarakat terhadap bulan tertentu yang dianggap baik untuk menikah.
Banyaknya permintaan jasanya itu membuat omsetnya juga meningkat.
Jika di bulan biasa hanya mendapatkan Rp 1-2 Juta, bulan ini bisa meningkat dua kali lipatnya. Jenis hantaran yang ditawarkan pun cukup beragam.
Untuk harga hantaran berkisar mulai dari harga Rp 55 ribu hingga Rp 100 ribu.
Sedangkan untuk harga jasa hias mahar mulai dari Rp 285 ribu. Sesuai dengan bahan dan model yang diinginkan oleh pemesan.
‘’Disesuaikan dengan boks dan juga hiasan pada hantaran atau mahar itu,” terangnya.
Momentum peningkatan order selama bulan nikah ini, juga dirasakan oleh Nurni Tri Setia Agustin.
Pelaku usaha di Kelurahan Latsari ini mengaku mendapatkan omzet hingga 3 kali lipat dari bulan biasa. ‘’Biasanya bisa dibawah Rp 1 Juta.
Apalagi saat bulan yang dipercaya tidak boleh menikah, itu bisa sama sekali tidak ada order,” katanya.
Gadis berusia 25 tahun tersebut mengungkapkan, model hantaran ataupun mahar yang dia buat biasanya berdasarkan pesanan dari pembelinya.
Hal ini menyesuaikan dengan konsep pernikahan yang digunakan oleh pengantin.
‘’Biasanya memang ada yang request mau bungkusnya warna apa, atau hiasannya di dominasi warna apa,” jelas dia. (gi/yud)
Editor : Muhammad Azlan Syah