Begitu lulus dari SMAN 1 Tuban, Nur Nabila Faiz Azhma, 18, tak lagi dibingungkan aktivitas mencari kampus. Itu karena lima perguruan tinggi swasta (PTS) dan satu perguruan tinggi negeri (PTN) sudah mencatat nama dia sebagai calon mahasiswa baru.
PENGUMUMAN seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP) 26 Maret lalu menjadi kampus keenam yang menerima Nabila.
Sebelumnya, lima kampus sudah lebih dulu menerima pelajar asal Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Lamongan itu. Keenam kampus itu menerima Nabila dari jalur prestasi, tanpa tes tulis.
Nabila diterima jurusan S-1 Farmasi di empat kampus yakni Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi; Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta; Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan Universitas Negeri Jember (Unej).
Dua lainnya, S-1 Farmasi and Biomedical Engineering di Universitas Surabaya (Ubaya) dan S-1 Chemical Engineering Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), Gresik.
’’Daftar banyak kampus awalnya untuk jaga-jaga, Alhamdulillah diterima semuanya,’’ ungkap dia bersyukur.
Lulusan SMPN 1 Paciran, Lamongan ini menembus enam kampus itu menggunakan nilai rapor dengan rata-rata 89,03.
Dia mengaku sudah aktif mencari informasi dan mendaftar ke berbagai kampus sejak semester enam. Dari keenam kampus itu, Nabila mengaku mantap untuk bergabung di Unej, satu-satunya PTN yang menerima dia.
Tidak hanya dari nilai rapor. Nabila juga mengantongi sejumlah medali kompetisi untuk menunjang poin prestasinya.
Antara lain, medali perak di olimpiade matematika, biologi, dan kimia SMA/MA/MK sederajat yang diselenggarakan oleh Yayasan Pusat Prestasi dan Pendidikan Indonesia.
’’Saya menggunakan tambahan piagam lomba, untuk tambahan poin plus,” ujarnya.
Anak pasangan Suhendi dan Nur Sri Dayimah ini mengakui prestasi yang diraihnya itu tidak didapatkan secara tiba-tiba.
Bahkan, sejak SMP dia sudah aktif berkompetisi agar bisa masuk ke SMAN 1 Tuban melalui jalur prestasi lomba.
’’Selain itu, juga peraih medali perunggu lomba bahasa Inggirs yang diselenggarakan oleh Enura Institute,” jelasnya.
Gadis yang bercita-cita apoteker ini berbagi tips agar bisa mendapatkan beragam kampus impian.
Terpenting, selalu memupuk semangat belajar dan berdoa untuk mempermudah menggapai impian.
’’Setelah berusaha, jangan lupa berdoa dan minta restu kepada orang tua,” pesannya. (*/yud)
Editor : Muhammad Azlan Syah