RADARTUBAN – Pengambilalihan Persatu dari para pemegang saham kepada Pemkab Tuban tampaknya masih akan berlarut.
Pasalnya, dalam pertemuan lanjutan Minggu (30/6) lalu, kehadiran Direktur PT Persatu Putra Tuban sekaligus pemegang saham, Fahmi Fikroni tidak mewakili manajemen.
‘’Saya hadir atas nama pribadi, bukan mewakili manajemen keseluruhan,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Bahkan, terang Roni—sapaan akrab Fahmi Fikroni—penandatanganan memorandum of understanding (MoU) penyerahan saham pada pertemuan itu terbilang dadakan. Tiba-tiba diminta menandatangani berita acara yang telah disiapkan suporter.
‘’Selain itu, penyerahan saham tidak bisa hanya dengan berita acara seperti itu, harus melalui akta notaris,’’ ujarnya.
Menurutnya, proses penyerahan saham harus ada MoU yang jelas antara pemegang saham dengan Pemkab Tuban.
Artinya, jika serius ingin mengambil alih Persatu, maka harus disiapkan MoU resmi antara pemkab dan pemegang saham.
Sementara itu, versi Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Tuban M. Emawan Putra, dalam pertemuan yang juga dihadiri Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Tuban itu sudah ada kesepakatan pengambilalihan saham dari manajemen Persatu kepada Pemkab Tuban.
‘’Kami berharap, setelah ini (Fahmi Fikroni) tiga pemegang saham yang lain bisa ikut menandatangani perihal penyerahan saham tersebut,’’ ujarnya.
Tiga pemegang saham lainnya yang dimaksud, yakni Ketua DPRD Tuban M. Miyadi, anggota DPR RI Ratna Juwita Sari, dan Nashruddin Ali selaku Komisaris Utama PT Persatu Tuban.
Disampaikan Emawan, ihwal komitmen pemkab yang diharapkan manajemen Persatu, dia menjelaskan bahwa yang berwenang membuat komitmen adalah Askab PSSI Tuban.
‘’Sudah kami jelaskan (dalam pertemuan 30 Juni lalu, Red). Makanya, kami berharap pemegang saham lainnya juga berkenan memahami hal tersebut,’’ jelasnya. (fud/tok)
Editor : Muhammad Azlan Syah