RADARTUBAN – Setelah sekian lama sepi sunyi, Jumat (5/7) jagat perpolitikan Tuban dikejutkan dengan munculnya pemasangan banner Wakil Bupati Riyadi yang mengisyaratkan bakal maju sebagai calon kepala daerah di Pilkada 2024.
Banner berukuran cukup besar itu dipasang di ruas jalan Desa Talangkembar, Kecamatan Montong.
Dalam banner tersebut, tampak foto Riyadi mengenakan kopiah hitam berbalut kemeja batik.
Lengkap dengan tulisan tagline: Melayani Bukan Menguasai. Sontak, banner yang ditandai #RelawanBolo itu viral di sejumlah grup-grup media sosial seperti WhatsApp,
hingga memunculkan banyak pertanyaan publik: Apakah banner tersebut menandakan keseriusan Riyadi menuju pencalonan kepala daerah atau sekadar gimik
Sebab, hingga saat ini baru nama petahana, Bupati Aditya Halindra Faridzky yang memastikan maju.
Sementara calon lain, belum ada yang benar-benar serius. Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Sekretaris DPD Nasdem Tuban Sigit Ari Wijaya mengatakan, banner Wakil Bupati Riyadi itu merupakan inisiatif dari relawan—yang menginginkan agar Ketua DPD Nasdem Tuban itu maju sebagai calon bupati di pilkada nanti.
‘’Informasinya, yang memasang itu dari militansi Pak Riyadi,’’ ujarnya.
Semula, terang Sigit, pihaknya juga tidak tahu ihwal pemasangan banner tersebut.
Sebab, tidak ada koordinasi dengan pengurus DPD Nasdem Tuban.
Pun juga tidak pernah ada pernyataan dari Riyadi secara langsung. Namun, ketika ditanya soal kesiapan Riyadi maju sebagai calon kepala daerah, dia menjawab, ‘’Insya Allah,’’ ujarnya.
Hanya saja, terang dia, Nasdem tidak memiliki cukup kursi untuk mengusung calon sendiri.
Sebagaimana diketahui, pada pileg lalu, partai politik besutan Surya Paloh ini hanya mendapat empat kursi DPRD Tuban. Sehingga membutuhkan koalisi dengan partai lain.
Sebab, syarat minimal mengusung pasangan calon bupati-wakil bupati adalah sepuluh kursi.
Namun, terkait rencana koalisi, Sigit masih enggan menjawab. Termasuk peluang koalisi dengan PKB.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis tadi malam, Wakil Bupati Riyadi masih belum bisa dikonfirmasi.
Pesan singkat yang dikirim wartawan koran ini tidak dijawab. (fud/tok)
Editor : Muhammad Azlan Syah