Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Witono, Pemenang Undian Grand Prize Gebyar Pembaca Setia Jawa Pos Radar Tuban: Berlangganan Sejak 1987 karena Beritanya Sesuai Realita

Annisa Dwi Kusuma Hany • Sabtu, 6 Juli 2024 | 16:00 WIB

BERUNTUNG: Witono, pemenang undian Grand Prize Gebyar Pembaca Setia Ultah Platinum ke-75 Jawa Pos dan HUT ke-10 Radar Tuban.
BERUNTUNG: Witono, pemenang undian Grand Prize Gebyar Pembaca Setia Ultah Platinum ke-75 Jawa Pos dan HUT ke-10 Radar Tuban.

Gebyar Pembaca Setia Jawa Pos Radar Tuban menjadi momentum istimewa untuk mendekatkan diri dengan para pelanggan setia. Grand prize berupa, satu unit sepeda motor Yamaha Mio M3 berhasil dimenangkan Witono, warga Dusun Kuthi, Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak.

’’TIDAK ada mimpi apa pun, hanya menukar kuitansi langganan yang ada banyak di rumah dengan kupon,’’ kata Witono mengawali wawancara.

Setelah membaca di koran namanya ada di deretan satu dari puluhan penerima grand prize, Witono mengaku langsung sujud syukur di rumahnya.

Witono menceritakan, perjalanan panjang hidupnya yang ditemani Jawa Pos Radar Tuban.

Dia ingat betul sudah berlangganan koran Jawa Pos sejak tahun 1987. Bahkan, masih terngiang dalam ingatan harga langganan perbulannya.

’’Langganan hampir 40 tahunan, harganya waktu itu masih sekitar Rp 15 ribu, sekarang sudah Rp 150 ribu,” kenang dia.

Pria yang saat ini aktif menjabat sebagai Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tuban itu mengakui bahwa Jawa Pos Radar Tuban adalah media pertama kali yang dia kenal. Paling favorit adalah rubrik berita lokal Radar Tuban, rubrik nasional, dan internasional.

’’Radar Tuban ini sudah menjadi teman setia mulai saya bekerja di Tuban,” ujar dia.

Saat awal berlangganan, kata Witono, kala itu belum ada perkembangan ilmu dan teknologi seperti saat ini.

Diakui dia, meski saat ini sudah banyak opsi membaca berita secara daring, tak membuat sedikit pun berpaling dari koran.

’’Saya yakin Jawa Pos ini sesuai dengan realita dan kondisi masyarakat di lapangan dan menjadi kontrol sosial,’’ ujar dia.

Pensiunan sekretaris Dinas Pendidikan meyakini koran akan tetap menjadi media yang paling berpengaruh di masyarakat. Terbukti Jawa Pos Radar Tuban masih berdiri hingga kini.

’’Apabila tidak berkomitmen untuk menyajikan berita terbaik, pasti sudah mati tergulung zaman,’’ lanjut dia.

Lebih lanjut, pria yang hobi membaca itu mengatakan, sampai saat ini koran adalah temannya sebelum melakukan rutinitas sarapan.

Membaca bagi Witono adalah makanan terbaik. Setiap informasi bisa menjadi bahan pertimbangan untuk berpikir sebelum memutuskan sesuatu.

Mantan kepala SMPN 3 Tuban itu menambahkan, meskipun saat ini sudah berbasis teknologi, koran masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

’’Semoga Jawa Pos sebagai media koran itu bisa memberi informasi yang jadi nutrisi bagi bangsa Indonesia,’’ pesannya. (*/yud)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#koran #Tuban #langganan #Gebyar Pembaca Setia #jawa pos #Witono