Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Meski Kemarau Basah, Droping Air di Tuban Tetap Disiapkan

Annisa Dwi Kusuma Hany • Selasa, 9 Juli 2024 | 22:00 WIB
AGENDA RUTIN: Distribusi air bersih yang dilakukan BPBD Tuban setiap musim kemarau.
AGENDA RUTIN: Distribusi air bersih yang dilakukan BPBD Tuban setiap musim kemarau.

RADARTUBAN – Meski Badan Me­teo­rologi, Klimatologi, dan Geo­fisika (BMKG) mempre­diksi Tuban bakal menghadapi ke­marau basah, tak membuat dro­­­ping air dihentikan.

Badan Penanggulangan Bencana Dae­rah (BPBD) Tuban tetap menyiap­kan distribusi air di sejumlah kecamatan yang berpotensi kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Tu­ban Sudarmaji membenarkan bahwa Tuban akan mengalami kemarau basah dan diprediksi kekeringan tidak separah se­perti tahun lalu.

Sehingga pro­­­ses distribusi air bersih masih me­nunggu laporan pe­ngajuan ke­keringan.

‘’Ter­dapat 34 desa di 14 kecamatan yang rawan me­ngalami ke­keringan,’’ tutur dia.

Pejabat lulusan Doktor Ilmu Sosiologi Universitas Brawijaya (UB) Malang ini mengatakan, meski belum ada laporan keke­ringan, tim BPBD sudah meren­canakan droping air akan di­mulai pekan depan.

Umumnya dalam satu desa hanya satu hing­ga dua RT yang terdampak kekeringan.

’’Apabila ada wil­ayah yang sangat membutuhkan pasokan air, maka segera kami droping,’’ tegas Darmaji.

Secara terpisah, Kepala BM­KG Tuban Zem Irianto Padama men­jelaskan, dalam mengatasi kekeringan dilakukan kolabo­rasi secara multisektoral.

Mi­salnya, kerjasama dengan BP­BD dalam monitoring dan pemantauan informasi hujan.

’’Tapi saat ini kami belum men­dapatkan lapo­ran data kekeringan,’’ jelasnya.

Mantan Kepala Seksi Obser­vasi BMKG Juanda ini menam­bahkan, penyebab terjadinya hujan di mu­sim kemarau bu­kan karena hujan buatan saja.

Namun, keha­diran MJO (Mad­den-Julian Os­cillation), yakni kumpulan awan yang bergerak dari barat ke timur juga bisa menyebabkan hujan meskipun kemarau.

Selain itu, adanya kondisi ne­tral perpindahan El Nino dan El Nina, yang memung­kinkan ter­jadi hujan sehingga mengu­rangi dampak kekeri­ngan.

’’Pre­diksi BMKG biasa­nya di bulan September hingga Oktober masih kekeringan,’’ tutur dia. (han/yud)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#kemarau basah #Tuban #kekeringan #BMKG #distribusi #Droping Air #kecamatan