RADARTUBAN - Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Tuban memastikan pasokan darah dalam waktu dekat ini tak akan kekurangan.
Sebab, sehari rata-rata ada 30 – 35 kantong darah yang disumbangkan oleh para pendonor.
Humas UDD PMI Tuban Sarju Effendi mengatakan, kesadaran dan antusiasme masyarakat untuk mendonorkan darah yang semakin meningkat patut diapresiasi.
Per harinya, UUD PMI Tuban dapat memperoleh hingga 30-35 kantong.
‘’Sekarang relatif aman, pasokan pernah menyentuh hingga 495 kantong dalam sebulan,” katanya.
Dijelaskan Sarju, terpenuhinya stok darah tersebut tak luput dari kepedulian masyarakat.
Tercukupinya stok darah karena banyaknya pendonor aktif yang datang ke UDD PMI secara langsung.
Selain itu, beberapa kegiatan yang dilakukan UDD PMI dengan beberapa instansi juga menyumbang banyak pasokan.
Banyaknya pendonor yang datang sukarela memang bukan tanpa alasan.
Dikatakan dia, mendonorkan darah ibaratkan kendaraan yang harus ganti oli.
Ketika seseorang sudah rutin donor darah, maka secara tidak langsung tubuhnya juga akan merasakan dampaknya.
‘’Banyak yang bilang kalau tidak donor, badannya pegal, atau rasanya tidak enak,” jelas dia.
Meski demikian, kata Sarju, reaksi tubuh itu tidak dapat dirasakan secara langsung.
Mereka yang sudah melakukan donor darah lebih dari 10 kali yang dapat merasakan perbedaannya.
‘’Dampaknya baru terasa saat sudah 10-20 kali donor darah,” katanya.
Pria yang tinggal di Desa Tunah, Kecamatan Semanding ini mengungkapkan, kendala yang sering ditemukan saat donor darah adalah meyakinkan pendonor baru.
Sebab masih banyak yang takut pada jarum yang terlihat lebih besar daripada jarum suntik pada umumnya.
Untuk menciptakan kebiasaan mendonorkan darah.
Pihaknya melakukan peringatan untuk melakukan donor darah setiap 60 hari yang dikirim Whatsapp para pendonor aktif.
‘’Secara otomatis dari server langsung mengirimkan pesan kepada mereka,” ujar dia. (gi/yud)
Editor : Adib Turmudzi