RADARTUBAN – Satu keluarga idealnya memiliki satu anak perempuan. Pernyataan yang dilontarkan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Hasto Wardoyo itu dipicu karena angka kelahiran Indonesia yang terus menurun.
Sehingga tiap ibu disarankan untuk melahirkan setidaknya 1 anak perempuan dalam 1 keluarga.
Menanggapi pernyataan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tuban (Dinkes P2KB) Tuban Esti Suharmi mengatakan, belum ada perintah tertulis terkait imbauan agar satu ibu melahirkan satu anak perempuan. Sehingga, hal itu belum menjadi fokus di Tuban.
‘’Saat ini kami fokus agar setiap pasa-ngan memiliki keluarga yang berkualitas,” katanya.
Dijelaskan Esti, keluarga berkualitas tidak menargetkan berapa jumlah anak, maupun jenis kelaminnya.
Namun, keluarga berkualitas diukur dari kemampuan orang tua dalam merencanakan keluarga dari berbagai aspek. Baik dari kelayakan secara ekonomi maupun pendidikan untuk anaknya kelak.
‘’Jadi keluarga ini memang benar-benar sudah direncanakan dan sudah dipikirkan,” ujarnya.
Pejabat yang berlatar belakang apoteker tersebut menyampaikan, keluarga berencana memang memprioritaskan program dua anak cukup.
Namun, jika ada keluarga yang sanggup memenuhi kebutuhan lebih dari dua anak pun diperbolehkan.
‘’Ya kalau bisa dua anak saja, tapi kalau sekiranya orang tua mampu ya tidak masalah,” ungkap lulusan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu.
Esti menegaskan, jumlah anak pada keluarga harus sesuai dengan kemampuan dan keputusan orang tua.
Pasalnya, yang mampu mengukur kemampuan dalam menjamin keluarga adalah mereka sendiri.
‘’Kalau mereka mampunya satu ya tidak papa, karena ditakutkan jika anaknya banyak dan belum mampu nantinya akan jadi beban,” tutur dia. (gi/yud)
Editor : Muhammad Azlan Syah